Thursday, 20 September 2018

Ahok Kecewa Atas Kinerja Lurah di Jakarta Selatan dan Barat

Sabtu, 15 Agustus 2015 — 8:55 WIB
Gubernur DKI Ahok

Gubernur DKI Ahok

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI, Ahok kecewa dengan kinerja lurah di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Orang nomor satu di ibukota inipun tak segan untuk mencopot aparat tersebut.

Lemahnya kinerja aparatur di tingkat itu terlihat dari rendahnya respon lurah terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat melalui aplikasi Qlue. Sistem Qlue merupakan program yang terhubung dengan sistem Samrt City. Dimana berbagai keluhan masyaralat dapat disampaikan melalui jaringan elektronik.

“Kami sudah ada sistemnya. Makanya, saya langsung bisa tahu lurah mana yang malas, ya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, parah,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat (14/8).

Selama ini Ahok meminta lurah menjadi manager wilayah. Sehingga dia bertanggungjawab atas segala sesuatu di wilayahnya. Mereka juga dituntut untuk mengetahui hal-hal sekecil apapun di sekitarnya.

Respons lurah dan camat terhadap aduan warga di Qlue itu menjadi indikator Ahok untuk mengevaluasi jabatan mereka. Jika kinerja mereka tidak berubah, Ahok tak segan menjadikan pejabat DKI tersebut sebagai staf. “Pecat saja,” kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku terbantu dengan adanya aplikasi Qlue. Melalui aplikasi tersebut, ia dapat mengetahui kinerja lurah, camat, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI.

Pasalnya melalui aplikasi ini lurah dan camat yang bekerja akan mendapat poin. Semakin tinggi poin yang didapat, artinya semakin baik pula kinerja lurah itu. Jumlah poin yang didapatkan akan terus diperbaharui tergantung seberapa banyak aduan yang ditangani lurah dan camat.

Melalui aplikasi tersebut, aduan warga yang belum ditangani ditandai dengan warna merah. Jika warna kuning, berarti aduan warga sedang diproses, sedangkan warna hijau berarti aduan warga rampung dilaksanakan.(guruh)

  • Degan Ijo

    Pak Ahok PNS DKI yg malas / tak produktif ibarat besi yg udah karatan, dicat pakai anti karat…..juga akan KUMAT /muncul lagi karatnya. Jadi lebih efektif diGANTI ……sekalian buat PERINGATAN bagi yg lainnya.

  • Vormosa

    RT, RW dan Lurah dihapus saja pak.. 3 posisi yg saling mendukung dan ber koordinasi dalam praktik Korupsi dan Pungli masyarakat.

  • Hendro Purwanto

    data di google play cuman 3000an org ntah warga dki atau siapa yg install qlue, beritanya dibesar2kan dan dibuat2, jgn2 ini ulah panastak lagi membuat id samaran sebanyak mungkn hahahha