Friday, 21 September 2018

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 20 Juta Peserta

Sabtu, 15 Agustus 2015 — 10:48 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota) – Perusahaan-perusahaan ‘bandel’ yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan disurati dan diperiksa oleh Petugas Pengawas Pemeriksaan (Wasrik Jamsostek). Target peserta mencapai 20 juta orang.

“Jika pendekatan persuasif belum juga diindahkan, maka pemilik  perusahaan-perusahaan tersebut akan ditindak. Mereka bisa kena sanksi  maksimal 8 tahun dan denda Rp1 miliar,” kata Direktur Pelayanan dan Pengaduan BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Riyadi, dalam   Sosialisasi era baru BPJS Ketenagakerjaan di Banten, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan UU No.40 tahun 2004 tentang SJSN dan UU No.24. Tahun 2013 tentang BPJS Ketenagakerjaan, semua perusahaan dan pekerja wajib menjadi peserta dan mengikuti semua program. Dan yang melanggar akan ditindak.

Namun sebelum sanksi tegas diberikan, sebelumnya ada sanksi lisan, tertulis dan teguran. “Untuk itulah melalui sosialisasi era baru ini, Kami ingin lebih meningkatkan kesadaran pengusaha akan pentingnya perlindungan terhadap pekerja,” ujar Ahmad Riyadi yang didampingi Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan M. Cholik.

Sanksi keras lain yang bisa dilakukan, lanjutnya,  adalah mencabut izin usaha dan paspor pemilik perusahaan tersebut, melalui kerjasama pemda dan instansi terkait.

Menurutnya,  ada beberapa modus yang dilakukan perusahaan nakal dalam melanggar aturan BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu tidak mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihak perusahaan hanya mendaftarkan sebagian saja pekerjanya sebagai peserta BPJS dan  melaporkan sebagian upah pekerjanya.

z’Tahun ini BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peserta aktif mencapai 20 juta orang,” ujar Ahmad Riyadi.(tri/yo)