Thursday, 22 August 2019

Bisnis Mobil Seken Makin Ramai

Kamis, 20 Agustus 2015 — 8:43 WIB

NILAI tukar rupiah yang terus merosot terhadap mata uang asing membuat bisnis mobil baru makin terseok-seok. Aktivitas perdagangan yang sangat tergantung pada nilai dolar AS, makin sepi. Sebaliknya, penjualan mobil seken yang murni menggunakan mata uang rupiah, justeru semakin ramai.

Hal ini terlihat dari aktivitas Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua yang merupakan barometer pasar mobil di Indonesia. Banyak calon konsumen yang mengurungkan niat beli mobil baru karena harganya sangat tinggi.
“Mereka beralih membeli mobil seken muda yang jauh lebih murah, tapi tampilannya seperti baru,” ujar Herjanto Kosasih, Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua di kantornya Jalan Raya Gunung Sahari, Jakarta.

Di dalam gedung mal ini terdapat banyak sekali mobil muda usia, produksi tahun 2013 dan 2014. Semuanya tampak seperti baru tapi harganya jauh lebih murah. Untuk mobil seharga Rp300-an juta, selisihnya bisa berkisar antara Rp50 juta sampai Rp100 juta.

“Konsumen mulai cenderung membeli mobil seken karena jauh lebih hemat, sehingga aktivitas di sini makin meningkat,” papar Herjanto sambil menambahkan dalam sepekan saja terjual ratusan unit mobil.

TUNAI/KREDIT
WTC Mangga Dua merupakan pasar mobil terbesar di Indonesia yang menjual mobil dari berbagai jenis dan merek. Pedagang di sini bukan hanya menjual mobil muda, tapi juga yang berusia puluhan tahun.

“Kami juga menyediakan aneka jenis mobil yang harganya mulai dari puluhan juta rupiah sampai miliaran,” jelas Herjanto sambil menambahkan pedagang melayani penjualan tunai maupun kredit, tukar-tambah, juga pembelian.
Salah satu kelebihan di WTC, calon pembeli bisa melakukan test drive di area mal untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terhadap mobil yang mau dibelinya.

(joko/ak)