Tuesday, 25 September 2018

Main “Tabrak” Bini Tetangga Ganti Ditabrak Pakai Motor

Jumat, 21 Agustus 2015 — 5:31 WIB

KADIR, 50, itu juga orang Madura asli, tapi kok demen cari penyakit. Sudah tahu bahwa di sana ganggu bini tetangga resikonya clurit, masih nekat juga. Akibatnya apa, pas boncengan dengan bini, tahu-tahu ditabrak dari belakang oleh Markun, 45, suami WIL-nya. Untung saja clurit itu tak sampai mematikannya.

Seorang “ahli” perikanan mengatakan, istri itu ibarat ikan asin, enaknya buat lauk ketika lapar betul. Sedangkan wanita penghibur di kafe-kafe itu laksana belut, bisa “dimakan” tapi harus tahu seni dan cara menangkapnya. Beda lagi dengan bini tetangga, dia itu ibaratnya ikan hias. Hanya enak dipandang saja, padahal kalau terpaksa “digoreng” lezat juga rasanya!

Kadir warga Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, agaknya sedang tersiksa menghadapi “ikan hias” yang suka berlenggang-lenggok di depan rumahnya. Sukirah, 40, bini tetangganya memang lumayan cantik. Dalam usia 40 tahun kelihatannya masih STNK (setengah tua ning kepenak) begitu. Tapi ya itu tadi, ibaratnya ikan hias Sukirah ini hanya enak untuk dipandang.

Di rumah Kadir juga memiliki “ikan asin”, tapi enaknya hanya ketika perut dalam kondisi lapar yang amat sangat. Karena itulah ikan asin di rumah jarang disentuh, bila tidak kepepet. Dan kini Kadir memang makin tidak bergairah lagi, karena sedang terpesona pada lenggang-lenggok ikan hias maskoki yang selalu ngglibet di matanya. “Kalau geregetan, tak goreng juga kamu,” batin Kadir asal melihat Sukirah.

Ternyata setan mendengar suara batin lelaki yang kena penyakit subita (suka bini tetangga) ini. Kontan dia siap menjadi sponsor tunggal, dalam arti mengkondisikan agar Sukirah tertarik pula padanya. Bagaimana kalau suaminya marah dan bawa clurit? “Itu kalau tahu, asal sama-sama demen mana mungkin Sukirah mau cerita pada suami.” Kata setan memberikan jaminan.

Kebetulan istri Kadir ke Surabaya, mau masak sendiri tidak bisa. Ternyata Sukirah  si “ikan hias” itu menawarkan diri untuk memasakkannya. Ini dia, tanpa dipancing pakai palet pun ikan hias itu mau masuk ke dalam kedung (baca: rumah) miliknya. Maka pas Sukirah menuang beras dari Cosmos ke panci, langsung saja disergap dan digelandang ke kamar. Ternyata dia tidak menolak, maka ikan hias itu benar-benar “digoreng” Kadir di atas ranjang.

Hanya sekali itu saja Kadir berhasil menggoreng ikan hias tetangga. Tapi entah saksi mata dari mana, ternyata ada yang lapor pada Markun. Tentu saja dia naik pitam. Istri diklarifikasi awalnya membantah, tapi setelah diancam akhirnya mengiyakan. Nah,  Markun pun ambil clurit untuk bikin perhitungan dengan Kadir.

Ternyata yang dicari baru saja pergi boncengan motor dengan istri. Markun segera mengejarnya pakai motor ditemani saudaranya yang lain. Begitu motor Kadir terkejar, langsung ditabraknya dari belakang. Motor ambruk dan Kadir yang ikut jatuh itu langsung disabet clurit, untuk hanya kena sedikit. Teman Markun mau nambah bacokan, tapi berhasil dicegah oleh istri Kadir.

Kadir dirawat di puskesmas terdekat, sedangkan Markun bersama saudaranya diamankan di Polsek Guluk-guluk. Dalam pemeriksaan Markun mengakui, dia emosi begitu dengar istrinya disetubuhi oleh tetangganya. “Tua-tua masih doyan perempuan juga,” omelnya.

Bukan perempuan, cuma ikan hias kok! (JPNN/Gunarso TS)

  • Koplak

    Hahaha bukan belut to

  • jimmy

    yah mas.. meskipun ikan hias menarik cuman resiko nya besar bung, salah2 malah kena clurit maklum orang kita mah ember alias comel kaga bisa liat orang laen senang. laen kali keluar duit sedikit aja yah, bayar urusan beres kaga ada masalah

  • duhai

    jago juga nih poskot bikin istilah wkwkwkwkwkwk