Sunday, 18 August 2019

Pengamat Memperkirakan Rupiah Akan Terus Tertekan

Senin, 24 Agustus 2015 — 21:43 WIB
Rupiah terus tertekan atas nilai Dollar AS

Rupiah terus tertekan atas nilai Dollar AS

JAKARTA (Pos Kota) – Perang mata uang terus berlangsung. Nilai tukar rupiah makin limbung hingga menembus level Rp14.000/dolar AS. Pengamat ekonomi, Enny Sri Hartati, memperkirakan rupiah akan terus tertekan.

“Rupiah semakin tertekan, karena Indonesia tidak bisa seperti China yang bisa menetapkan kurs mata uang, karena  menganut sistem devisa bebas,” katanya, Senin (24/8).

Ia mengungkap melemahnya nilai tukar rupiah terlalu dalam sangat tidak menguntungkan Indonesia. Sebab Indonesia sangat besar ketergantung terhadap bahan baku dan baku penolong. Bukan komoditas seperti China, Jepang dan Korea.

China diuntungkan dengan impor komoditas karena harganya sedang hancur. Sedangkan Indonesia ketergantungan impor bahan baku dan bahan penolong yang harganya justru naik. Sehingga berdampak ke biaya produksi, sehingga akan mendongkrak harga jual. Pada akhirnya produk tersebut tidak memiliki daya saing.

Pengamat Valas Farian Anwar mengaku hampir seluruh negara menghadapi melambatnya kinerja ekspor.”Untuk nilai tukar mata uang beberapa negara hanya sedikit terpengaruh fenomena dolar AS,” jelasnya.

Ia khawatir langkah China mendevaluasi Yuan untuk mengamankan ekspornya dan langsung diikuti Vietnam yang mendepresiasi mata uangnya, dong, bakal disusul beberapa negara lain seperti Thailand, Korea dan Jepang akan mendevaluasi mata uangnya. “Jika ini terjadi. Dampaknya akan semakin besar terhadap rupiah,” ujarnya.

Karenanya, ia mengingatkan Indonesia tidak ikut-ikutan melemahkan rupiah yang kini terjun bebas. “Dampaknya akan membuat dunia usaha kacau,” tandas Farial. (setiawan)