Sunday, 24 September 2017

Empat WN Nigeria Diamankan dari Apartemen di Kelapa Gading

Selasa, 25 Agustus 2015 — 17:29 WIB
Empat WNA asal Nigeria diamankan petugas Imigrasi JAkarta Utara dari Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (ilham)

Empat WNA asal Nigeria diamankan petugas Imigrasi JAkarta Utara dari Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (ilham)

KELAPA GADING (Pos Kota) – Empat pria warga negara asing (WNA) asal Nigeria bersama dua wanita WNI diamankan petugas Imigrasi  Jakarta Utara di  Apartemen Gading Nias, Jalan Pegangsaan Dua Raya, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/8).

Mereka tidak memiliki dokumen. Diuga keempat WNA itu melakukan Cyber Crime lantaran ditemukan 5 laptop, handphone, provider‎, alat scanner dan mobile ‎PIN untuk mempermudah transaksi perbankan di kamarnya.

Sedangkan dua wnita WNI, tidak tiketahui peran mereka bersama WNA tersebut, diduga pekerja seks komersil (PSK). Keempat WNA itu diamankan terpisah, sekitar pukul:10.00 wib. Tersangka VC dan DC diamankan dari apartemen di lantai 19 Tower Emerald. Sedangkan CF dan FU di lantai 17 Tower Alamanda. Saat diringkus adapula perempuan yang belum diketahui identitasnya dan keterlibatannya dengan keberadaan mereka.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara, Hambali Haryadinata, mengatakan penangkapan ‎keempat WNA dari laporan warga penghuni apartemen yang mencurigai aktifitas  WNA tersebut. “Saat kami elakukan operasi dan meminta mereka untuk menunjukkan dokumen paspor dan visa justru mereka malah hendak melarikan diri dan langsung diamankan oleh anggota kami,” ujar Hambali.

Saat diamankan, ternyata  WNA tidak dapat menunjukkan ‎dokumen yang diperlukan dan langsung digelandang ‎ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut. “Dari unit apartemen mereka kita tidak menemukan narkoba ataupun bukti melakukan cyber crime, makanya langsung kita proses secara keimigrasian tanpa ‎melibatkan pihak kepolisian,” jelasnya.

Saat diintrogasi petugas Imigrasi, ke-4 WNA asal Nigeria tersebut nampak tidak bersahabat dan berpura-pura tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Namun dari pengakuannya, mereka datang ke Indonesia untuk menjalankan suatu bisnis yang tidak dijelaskan lebih lanjut. “Kemungkinan untuk tindak kejahatan lainnya belum kita temukan hingga saat ini, jadi untuk sementara kami gunakan Undang-Undang yang berlaku sesuai ke-imigrasian,” tambah Hambali.

Ke-empat WNA Nigeria tersebut dijerat dengan Pasal 71 Huruf B Junto Pasal 116 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian‎, dengan sanksi pidana kurungan selama 3 bulan dan denda Rp 25 juta. (ilham)