Saturday, 20 October 2018

Obat, Makanan dan Kosmetik Senilai Rp 5,9 Miliar Dimusnahkan

Selasa, 25 Agustus 2015 — 16:23 WIB
Gubernur Banten Rano Karno, Kepala BPOM RI Roy Sparingga, Staf Ahli Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Eka Yulianti, Kepala BPOM Serang Kasuri dan perwakilan dari Polda Metro Jaya, Polda Banten dan BNNP Banten memusnahkan obat, makanan serta kosmetik ilegal senilai Rp5,9 miliar di halaman Kantor BPOM Kabupaten Serang, Selasa (25/8).

Gubernur Banten Rano Karno, Kepala BPOM RI Roy Sparingga, Staf Ahli Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Eka Yulianti, Kepala BPOM Serang Kasuri dan perwakilan dari Polda Metro Jaya, Polda Banten dan BNNP Banten memusnahkan obat, makanan serta kosmetik ilegal senilai Rp5,9 miliar di halaman Kantor BPOM Kabupaten Serang, Selasa (25/8).

SERANG (Pos Kota) – Obat, makanan serta kosmetik ilegal senilai Rp 5,9 miliar hasil operasi sepanjang tahun 2015 dimusnahkan petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di halaman Kantor BPOM Kabupaten Serang, Selasa (25/8).

Hadir dalam acara pemusnahan, Gubernur Banten Rano Karno, Kepala BPOM RI Roy Sparingga, Staf Ahli Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Eka Yulianti, Kepala BPOM Serang Kasuri dan perwakilan dari Polda Metro Jaya, Polda Banten dan BNNP Banten.

Kepala BPOM Serang, Kashuri mengatakan  bulan Maret 2015, petugas BPOM Serang menggrebek pabrik obat tradisional ilegal disita 119.054 kemasan obat yang terdiri dari 11 merk dengan nilai Rp3 miliar.

“Pada¬† Juni 2015, kita juga menggrebek rumah tinggal yang dijadikan tempat produksi kosmetik salon ilegal senilai Rp100 juta,” terang Kashuri.

Kashuri menambahkan, selain produk obat dan makanan, pemusnahan juga dilakukan terhadap 135 item atau 1.035.392 kemasan bahan baku dan kemasan produk serta 24 item atau 40 buah alat produksi senilai lebih dari Rp7,8 miliar yang digunakan untuk menjalankan praktik ilegal.

“meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif mengawasi dan melaporkan jika melihat adanya prakitk berbahaya dari obat-obatan, makanan, minuman, hingga kosmetik. Banten saat ini merupakan salah satu provinsi yang banyak diminati oleh pengusaha nakal yang memasarkan produk ilegal,” tegasnya

Gubernur Banten Rano Karno mengungkapkan Banten yang merupakan daerah penyangga ibukota Jakarta menjadi pasar menggiurkan bagi peredaran kosmetik, makanan, dan obat-obatan serta jamu mengandung bahan kimia berbahaya.

“Pemusnahan ini diharapkan memberikan efek jera kepada pelaku, pengusaha ilegal yang mempunyai niat memproduksi atau mengedarkan obat dan makanan illegal. Saya juga menghimbau kepada masyarakat Banten agar menjadi konsumen yang cerdas, kritis, paham dan selalu teliti sebelum membeli setiap produk,” tambahnya. (haryono)