Friday, 24 November 2017

Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi Was-was

Kamis, 27 Agustus 2015 — 17:40 WIB
Penjualan hewan kurban. (dok. pos kota)

Penjualan hewan kurban. (dok. pos kota)

SUKABUMI (Pos Kota) – Menjelang Idul Adha, sejumlah pedagang hewan kurban terutama sapi di Sukabumi, Jawa Barat mengaku was-was. Kekhawatiran tersebut menyusul masih bertenggernya harga daging sapi di pasaran. Diperkirakan dengan harga sapi tinggi akan berimbas kepada daya beli menurun.

Pelaku usaha dan penggemukan sapi Sukabumi, Moch Ichwan Hamid, 48, menjelaskan rata-rata harga sapi per ekornya saat ini naik hingga 25 persen. Rata-rata sapi dengan berat hidup 400 kilogram biasanya Rp 16 juta, saat ini bisa menembus Rp20 juta.

“Dengan mahalnya sapi bisa berimbas kepada tingkat penjualan. Memang kondisi ini bagi kami (pedagang sapi) cukup mengkhawatirkan karena daya beli akan menurun,” keluh Ichwan pedagang yang mempunyai lapak sapi di Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi ini.

Biasanya, kata Ichwan, tiap tahun Lebaran Qurban penjualan sapi bisa mencapai 100 ekor. Dengan tingginya harga sapi saat ini, diperkirakan akan terjadi penurunan antar 30 hingga 40 persen. Sapi-sapi dagangannya biasa dia datangkan dari Jawa Timur.

“Sebagai pedagang di daerah cukup sulit dengan kondisi ini. Seharusnya pemerintah memperbanyak pembibitan mulai dari kecil. Sehingga akan memperbanyak populasi sapi cukup. Dengan begitu mekanisme pasar akan stabil,” terangnya.

Sementara itu, dari pemantau di sejumlah pasar tradisional harga daging sapi masuh bertahan di angka Rp110 ribu perkilogramnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna mengaku kondisi sekarang sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat masih bertahan di angka relatif tinggi, termasuk harga daging sapi.

“Sebetulnya harga daging sapi sudah turun. Tapi harganya masih bertahan di Rp110 ribu. Sedangkan harga daging ayam masih bertahan di Rp40 ribu. Sementara cabai yang mahal jenis TW lokal. Harganya Rp60 ribu per kilogram,” terang Ayep.

Khusus daging sapi, kata Ayep, persediaannya sekarang sedang melimpah. Stok sapi itu sekarang di pasar-pasar sudah banyak. Kalau penaikan daging ayam memang dari hasil pantauan akibat harga pakan mahal. (sule)