Tuesday, 18 September 2018

Rekam 120 Murid di Toilet, Guru Dihukum

Kamis, 27 Agustus 2015 — 23:28 WIB
Jonathan Thomson-Glover mengaku bersalah untuk perbuatannya yang tidak pantas.

Jonathan Thomson-Glover mengaku bersalah untuk perbuatannya yang tidak pantas.

BRISTOL- Seorang bekas guru dijatuhi hukuman penjara sesudah mengaku merekam lebih dari 120 orang murid dengan menggunakan kamera tersembunyi di sebuah sekolah asrama.

Jonathan Thomson-Glover, 53 mengaku bersalah atas perbuatannya di Clifton College, Bristol.

Hakim menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun sembilan bulan untuk perbuatannya ini.

Pengadilan Taunton mendengar kesaksian para korban berusia antara 12-17 tahun yang diam-diam difilmkan dalam kurun waktu 16 tahun.

Tak ada tuduhan terkait kejahatan yang melibatkan kontak fisik dengan anak-anak.

Kasus ini disidangkan setelah polisi menemukan 300 kaset VHS yang terdiri dari 2.500 jam rekaman video tersembunyi.

Dakwaan menyatakan materi yang ada melibatkan lebih dari 130 orang korban.

Detektif dari Kepolisian Devon dan Cornwall Andrea Kingdon mengatakan gambar yang ada diantaranya adalah gambar anak perempuan dan laki-laki yang sedang mandi, berganti pakaian, menggunakan toilet dan “melakukan tindakan pribadi”.

Orangtua salah seorang korban mengatakan Thomson-Glover, adalah seorang guru yang “Amat menawan. Guru yang dicintai murid, menghayati dan menjadi cerminan sekolah itu,” kata Andrea.

Pengajar University of West England Dr. Lauren Devine mengatakan kasus ini menimbulkan pertanyaan soal keamanan di sekolah.

“Fakta bahwa ini berlangsung selama 16 tahun tergolong luar biasa skalanya, mengingat hal itu bisa terjadi tanpa terdeteksi,” katanya.

Clifton College didirikan tahun 1862 dan menyebut diri mereka sebagai “sekolah independen terkemuka”.

Biaya tahunan untuk berasrama di sekolah itu adalah £30.000 (sekitar Rp648 juta) per tahun.(BBC)