Friday, 21 September 2018

Dapat Pelatihan Cara Mengemudi yang Benar

Sopir Harus Anggap Truk Sampah ” Istri Kedua”

Kamis, 27 Agustus 2015 — 6:44 WIB
Gubenrur Ahok terima ibah truk sampah dari swasta

Gubenrur Ahok terima ibah truk sampah dari swasta

KRAMATJATI (Pos Kota) – Guna menjaga kondisi truk sampah agar tak mudah rusak, Dinas Kebersihan DKI Jakarta memberikan pelatihan terhadap 75 sopir truk yang akan mengemudikan kendaraan baru, di kantornya di Jalan Mandala V, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (26/8).

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pelatihan yang diberikan tersebut bertujuan agar setiap pengemudi truk sampah DKI Jakarta dapat disiplin. Selain itu, mereka juga diharapkan tertib berlalu lintas dan bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai pengemudi. “Karena setiap hari bekerja dengan mobilnya, jadi harus menganggap truk itu “istri keduanya”,” katanya, Rabu (26/8).

Menurutnya, pelatihan yang diberikan itu lantaran pada Oktober 2015 mendatang, Dinas Kebersihan akan mendapatkan 352 unit truk baru. Untuk itu, agar kondisi truk bisa berumur panjang para sopir diberikan pelatihan tentang perawatan kendaraan. “Tujuannya agar kecintaan terhadap kendaraan yang kita gunakan harus ditanamkan dengan baik. Dari situ, usia truk akan semakin panjang,” ungkap kepala dinas.

Diharapkannya, dengan pelatihan yang diberikan dapat merubah kebiasaan  sopir untuk lebih disiplin. Diantaranya, pengemudi truk mesti rajin mengecek oli atau air kendaraannya dan harus merawat interior dalam truk. “Perlu dirubahnya hal tersebut, karena adanya keluhan yang masuk melalui layanan pengaduan pemprov DKI paling banyak adalah soal pengangkutan sampah,” ujarnya.

Karena itu, bila hal ini berhasil, tidak tertutup kemungkinan pada anggaran perubahan, pihaknya akan menambah lagi 300 unit truk. “Saat ini baru ada 450 truk sampah di Jakarta. Padahal, dalam sehari saja volume sampah di Jakarta mencapai 6.700 ton, Idealnya, ada sekitar 1.000 truk sampah untuk mengangkut seluruh sampah tersebut,” papar Adji.

HARUS LEBIH DISIPLIN

Randi, 35, pengemudi truk sampah, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. Pria yang bertugas mengangkut sampah di Matraman, Jakarta Timur, berharap kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan rutin tiap tahun. “Kebanggaan tersendiri bisa ikut pelatihan seperti ini. Bagus ya biar makin tahu mengemudi yang baik dan benar itu bagaimana,” ucapnya.

Ia pun sangat mendukung langkah yang dilakukan Dinas Kebersihan untuk menjaga truk sampahnya. Pasalnya, selain para sopir yang dijaga, semua mobil juga akan dipasang Global Positioning System (GPS) untuk melacak lokasi para pengemudi saat bekerja. “Dengan adanya alat itu juga pimpinan jadi tahu siapa yang bekerja dengan baik, dan siapa yang menyalahi aturan,” ungkap bapak dua anak ini. (Ifand)