Sunday, 23 September 2018

Warga Dukung Parkir Meter di Ruko Disegel

Jumat, 28 Agustus 2015 — 9:37 WIB
Foto-Salah satu kegiatan penyegelan lokasi parkir di Serpong oleh Pemkot Tangsel. (anton)

Foto-Salah satu kegiatan penyegelan lokasi parkir di Serpong oleh Pemkot Tangsel. (anton)

SERPONG (Pos Kota) – Dua kali dikirimin surat peringatan untuk menghentikan kegiatan menarik retribusi parkir on the street di kawasan rumah toko (Ruko) Golden Boulevard, Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong akhirnya disegel. Warga sekitar mendukung tindakan tegas jajaran Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) pengembalian fungsi lahan yang ada.

Kegiatan penyegelan dan penyetopan kegiatan pengambilan retribusi parkir on the street di kawasan Ruko Golden Boulevard, BSD Serpong setelah Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) setempat mengirimkan surat peringatan ke dua kali.

“Betul kami terpaksa menyetop dan menghentikan kegiatan pengambilan retribusi parkir yang selama ini dikelola operator Secure Parking di Lengkong Gudang, Kec. Serpong karena lahan tersebut merupakan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum),” kata Kepala Bidang Aset DPPKAD Kota Tangsel, Yusuf Ismail.

Operator parkir sebetulnya menyewa ke pihak pengembang BSD Serpong dan berupaya untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan sewa lahan ke tim aset daerah, ujarnya yang menambahkan namun ditolak karena kegiatan komersil di lahan fasos dan fasum tentunya dilarang.

Menurut dia, dari data yang ada sekitar 20 titik lokasi parkir yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangsel tidak memiliki izin resmi dan semuanya berada di lahan fasos dan fasum yang jelas milik pemkot Tangsel antara lain di area lokasi Villa Melati Mas Blok SR, Ruko Barcelona, Ruko Golden Madrid, Kavling Alam Sutera, Ruko Bidex dan lainnya.

Hal yang sama diakui, Kepala Seksi Parkir dan Terminal Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) setempat, D. Candra W, surat peringatan sudah dikirim sebanyak dua kali sebelum ada kegiatan penghentian kegiatan di lapangan.

“Sebetulnya operator parkir itu sudah diberikan toleransi tapi karena tak mengikuti aturan terpaksa diberikan surat peringatan sebanyak dua kali,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga Serpong yang mengetahui adanya penyetopan atau penghentian sarana parkir yang selama ini dikelola pihak Ruko Golden Boulevard mendukung tindakan tegas tersebut.

“Kami jelas mendungkung pengembalian fungsi lahan untuk fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) yang selama ini disewakan untuk lahan parkir kendaraan dikawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong,” kata Wardiman, warga Serpong.

(anton/sir)