Thursday, 20 September 2018

Bareskrim Sudah Kantongi Nama Tersangka Korupsi Pelindo ll

Selasa, 1 September 2015 — 6:17 WIB
Saat penyidik Bareskrim Mabes Polri akan menggeledah ruang Dirut Pelindo II

Saat penyidik Bareskrim Mabes Polri akan menggeledah ruang Dirut Pelindo II

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Tindak Pidana Ekonomi khusus Bareskrim Polri Victor E Simanjuntak tidak menampik pihaknya telah mengantongi nama tersangka kasus korupsi mobile crane di Pelindo ll  lebih satu orang.

Namun demikian dia belum mau mengumumkan saat ini. “Kita masih konsentrasi menganalisa berbagai dokumen hasil penggeledahan di ruangannya RJ Lino,” ujar Victor.

Mengenai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengingatkan polisi bahwa suatu perkara harus betul-betul ada barang bukti sebelum diekspose, dikatakan Viktor sudah pasti pihaknya melakukan hal itu.

“Tersangka sudah ada mangkanya kami melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang bukti dan itu sudaj mendapat izin dari pengadilan,” papar VIctor.

Ditegaskannya kasus ini bermula dari adanya laporan yang masuk ke Bareskrim Polri dengan nomor LP-A/1000/VIII/2015/Bareskrim tanggal 27 Agustus 2015 lalu dianalisis dan akhirnya sudah dapat diketahui siapa saka tersangkanya tinggal memperkuat dengan bukti-bukti tambahan saja.

Diuraikan Direktur Tipiter, pada tahun 2012, Pelindo II membeli 10 mobil crane senilai Rp 45 miliar lebih untuk mendukung kegiatan operasional di 8 pelabuhan cabang Pelindo yaitu di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Jambi dan Cirebon dan melibatkan pihak kedua yakni Guangshi Narasi Century Equipment Co serta menggunakan anggaran Pelindo II tahun 2012.

Namun proses pengadaan mobil crane tersebut diduga tidak melalui prosedur dengan menunjuk langsung pemenang tender. Selain itu, Pelindo juga tidak menggunakan analisa kebutuhan barang atas investasi untuk mendukung kegiatan bisnisnya.

Akibatnya 10 mobil crane itu sejak tahun 2013 hingga kini belum bisa dioperasikan dan hanya mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok lantaran di 8 pelabuhan tersebut alat tersebut tidak dibutuhkan karena tidak sesuai kebutuhan hingga dibiarkan karatan di Priok.

Sedangkan penggeledahan di latai 7 gedung Pelindo hari Jumat siang (28/8) penyidik telah  menyita 26 dokumen dari ruangan tersebut untuk memperkuat penetapan tersangka. Selain itu 10 Mobil crine juga sudah dipolice line.

Dari dokumen yang disita dan analisis ada bukti yang mengarah  keterlibatan Dirut Pelindo ll dalam kasus ini, namun pihaknya akan menjalani pemeriksaan RJ Lino terlebih dahulu dalam satu dua hari ini. “Kita akan periksa bebetapa saksi lagi terakhir baru Pak Lino,” jelas Victor. (dwi)