Sunday, 15 September 2019

Masuk Delapan Capim KPK, Johan Budi : Keluarga Pahami Putusan Saya

Selasa, 1 September 2015 — 15:41 WIB
Johan Budi

Johan Budi

JAKARTA (Pos Kota) – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan delapan nama kandidat yang lolos seleksi tahap akhir ke Presiden Joko Widodo, Selasa (1/9) siang. Salah satu nama yang terpilih adalah Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Mantan Juru Bicara KPK itu pun mengaku siap mengikuti proses berikutnya. Yakni uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR.

“Saya ikuti saja prosesnya, saya hanya menjalankan proses yang telah dilakukan oleh pansel untuk seleksi Pimpinan KPK,” katanya, saat dihubungi, Selasa (1/9) siang.

Johan pun kini merasa lebih lega karena telah mendapatkan dukungan dari anak-anaknya. Meski begitu, dirinya merasa belum percaya diri dapat terpilih sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019. “Mereka (anak-anak) memahami pilihan ayahnya. Dan lagi kan belum final ini,” tuturnya.

Terkait uji kelayakan dan kepatutan di DPR nanti, mantan Deputi Bidang Pencegahan KPK ini pun menyerahkan penilaian sepenuhnya ke parlemen.

“Saya ikuti saja prosesnya, mengenai persiapan, tidak ada yang khusus. Soal lolos atau tidak di DPR, sepenuhnya saya serahkan penilaian kepada DPR, siapa yang terbaik menurut mereka. Kita hormati apapun putusan DPR,” tutupnya.

Berikut delapan nama Capim KPK periode 2015-2019 yang sudah dibagi ke empat bidang kompetensi:

Bidang Pencegahan: Saut Situmorang, Staf Ahli Kepala BIN; dan Surya Tjandra, Pengacara Publik Direktur Trade Union Rights Center, dan Dosen Fakultas Hukum di Unika Atma Jaya.

Bidang Penindakan: Alexander Marwata, Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; dan Brigjen Pol. Basaria Panjaitan, Widyaismara Madya Sespimti Polri.

Bidang Manajemen: Agus Raharjo, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah; dan Sujanarko, Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK.

Bidang Supervisi, Koordinasi dan Monitoring: Johan Budi Sapto Prabowo, Pelaksana Tugas Pimpinan KPK; dan Laode Muhamad Syarif, Lektor Fakultas Hukum Universitas Hasanudin dan Senior Adviser Partenerhsip for Governance Reform in Indonesia (Kemitraan).

Delapan nama itu selanjutnya harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI bersama dua calon lainnya yang sudah diserahkan, yakni Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata. Nantinya, DPR akan memilih lima orang untuk menggantikan pimpinan KPK saat ini yang akan berakhir masa tugasnya pada Desember 2015. (yulian)

  • Moro Tanjek

    Asal jangan diuji oleh Fahri Hamzah,yang sifat dan kelakuannya su’udzon.
    Pasti digagalkan oleh Fahri Hamzah,sebab dia ingin membalas kasus Luhhthfi Hasan -sapi- Ishaag