Thursday, 15 November 2018

Puslabfor Mabes Polri Periksa Kebakaran Bus Trans Batavia

Rabu, 2 September 2015 — 13:10 WIB
Salah satu sisa kebakaran dari 20 bus di Pool Bus PT Trans Batavia, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (1/9) petang

Salah satu sisa kebakaran dari 20 bus di Pool Bus PT Trans Batavia, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (1/9) petang

JAKARTA (Pos Kota) – Kebakaran Pool Bus Trans Batavia di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat yang berhasil melalap belasan unit busa, Selasa (1/9).

Tim (Puslabfor) Polri pagi ini akan melakukan olah tempat kejadian perkara di Poll PT Trans Batavia, operator bus TransJakarta sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan dimulai dari mengecek untuk mengetahui penyebab kebakaran bus,” tutur Wakapolsek Cengkareng, AKP Martson Marbun.

Martson menyebutkan 20 bus TransJakarta yang terbakar pada Selasa (1/9) petang. Menurut informasi dari warga sekitar Pool Bus, kobaran api mulai terlihat dengan asap hitam pekat dari lokasi kebakaran pada pukul 17.55 menjelang ba’da maghrib.
“Tadi saya mau jalan ke Masjid tiba-tiba liat asep itam pekat banget dari Pool Busway, kirain saya orang bakar sampah kan biasanya ngga taunya busway yang udah rusak itu pada kebakar.” Ujar Darto warga sekitar Pool Bus Trans Batavia

Keterangan dari para pegawai api muncul dan cepat berkobar besar pada petang hari sesaat setelah terdengar ledakan keras di lokasi. “Dari beberapa montir-montir yang melihat kebakaran dan dimintai keterangan polisi, api berasal dari salah satu armada yang dalam kondisi rusak. Saat itu, saksi dan temannya sedang memperbaiki armada bus TransJakarta yang lain,” ujar Anwar, satu pegawai Pool Bus

“Selanjutnya saksi bersama teman hendak melakukan pemadaman dengan alat pemadam yang tersedia di pool, namun karena angin saat itu kencang dan api langsung membesar, saksi dan temannya mengurungkan niatnya karena khawatir terjadi ledakan sebab ada beberapa tabung yang masih terisi BBG,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal

Dugaan sementara, api muncul dari ledakan tabung gas karena armada yang tidak beroperasi tersebut didalamnya masih terdapat gas di dalam tangkinya yang menimbulkan terjadinya ledakan yang begitu besar yang terjadi beberapa kali ini juga sempat membuat beberapa sparepart bus terlempar puluhan meter.

Bus yang terbakar itu menggunakan berbahan bakar gas yang pertama kali digunakan pada koridor II dan koridor III pada Januari 2006. Bus yang terbakar memang sudah lama tidak dioperasikan lagi.

(pnj-3/sir)