Monday, 22 January 2018

Tinju Profesional Indonesia Hidup Segan Mati Tak Mau

Kamis, 3 September 2015 — 7:39 WIB
Chris-John

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan juara dunia kelas ringan versi WBA, Chris John,  prihatin melihat kondisi tinju profesional Indonesia yang minim pertandingan tinju profesional, baik tingkat nasional maupun internasional yang digelar promotor.

“Tinju profesional Indonesia  seperti hidup segan mati tak mau. Pertandingan tinju profesional tidak seramai dulu. Promotor tidak lagi banyak bermunculan sehingga minim sekali pertandingan seperti yang saya alami dulu,” kata Chris John, kemarin.

Menurutnya dunia tinju profesional Indonesia menujukkan kebangkitan  saat keterlibatan media elektronik menampilkan acara pertandingan tinju profesional, seperti Sabuk Emas RCTI yang dipromotori almarhum Herry “Aseng” Sugiarto dan Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI) dipromotori almarhum Daniel Bahari.

Berkat dukungan dua stasiun televisi swasta itu muncul juara dunia kelas terbang mini IBF, M Rahman dan Chris Jhon yang menjadi juara dunia kelas ringan WBA.

“Kita harus memperbanyak pertandingan jika ingin melahirkan juara dunia lagi. Tanpa hal tersebut mustahil akan lahir juara dunia lagi,” tutur Chris John.

Chris Jhon berharap dengan berdirinya Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) yang menjadi organisasi tinju profesional kelima akan semakin marak pertandingan tinju profesional. (prihandoko)

  • Imam narkoba

    eaaa masih lumayan, daripada bola, masih hidup dibunuh, sudah mati masih digebukin.