Thursday, 20 September 2018

Kemarau Panjang, 4 Waduk Kering

Sabtu, 5 September 2015 — 23:40 WIB

SEMARANG ( Pos Kota ) – Kemarau menimbulkan dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa-Tengah . Selain warga di sejumlah wilayah kesulitan mendapatkan air bersih , kemarau di Jateng juga menyebabkan sebelas waduk mengalami kekeringan .

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng , Praseto Budie Yuwono mengatakan , pihaknya terus melakukan pemantauan setiap minggu. Dari hasil pantauan itu, diketahui saat ini terdapat 11 waduk kecil kapasitas volume air di bawah normal .

Sebelas waduk kecil dengan kapasitas tampung air di bawah 10 juta meter kubik itu kondisinya kering atau kosong. “Sebelas waduk itu, yakni Waduk Gunung Rowo (Pati), Butak dan Sanggeh (Grobogan), Plumbon, Kedung Wuling, Lawangan, Ngancar (Wonogiri) dan Sragen dengan Waduk Gebyar, Botok, Blimbing dan Brambang,” kata Prasetyo, Sabtu (5/9).

Disebutkan , Jateng yang memiliki 38 waduk, diantaranya delapan sebagai waduk besar, semuanya masih cukup air. “Tapi ada dua waduk yang kondisinya dibawah rencana, kurang air, yakni Waduk Cacaban dan Rawapening, sedangkan enam waduk besar lainnya yakni Malahayu, Kedung Ombo, Wonogiri, Sempor, Wadas Lintang dan Sudirman, masih aman,” lanjut Prasetyo.

Atas kondisi waduk-waduk terkait dengan irigasi pertanian, selama musim kemarau telah dilakukan penutupan pintu air di beberapa waduk, “Ini untuk menampung cadangan air menghadapi musim tanam pertama bulan Oktober nanti,” tambah Prasetyo Budie Yuwono.

Kekeringan juga melanda sejumlah wilayah di kota Semarang . Di Kawasan Gunungpati misalnya , warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumur-sumur mereka mengalami kekeringan . Di wilayah ini warga terpaksa membeli air bersih seharga Rp7.000 untuk empat jerigen kecil .

Warga dari RT 04 RW 6 Desa Deliksari Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati, Semarang mengaku sudah hampir 27 tahun tinggal di desa tersebut dan selalu menjadi langganan kekeringan setiap memasuki musim kemarau. (suatmadji) .