Thursday, 17 August 2017

Uchok: Jangan Bahagiakan Anak Istri Pakai Uang Negara

Selasa, 8 September 2015 — 13:20 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, selama ini modus membawa istri, anak ataupun anggota keluarga lainnya kerap dilakukan para pejabat mulai dari pejabat birokrasi sampai presiden. Mereka mengkesampigkan urusan penggunaan uang negara, demi membahagiakan anak istri.

“Jokowi saja untuk urusan pulang kampung menggunakan pesawat kepresidenan, padahal pesawat kepresidenan itu hanya boleh digunakan untuk keperluan dinas. Kalau untuk keperluan pribadi maka dia harus naik pesawat komersil biasa dan atas biaya sendiri. Kalau mau membahagiakan anak istri mengajak liburan, gunakan uang pribadi. Jangan urusan membahagian anak istri menggunakan uang negara,” ujar Uchok di Jakarta, Selasa (8/9).

Untuk itu, Uchok mendukung langkah Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk sekaligus memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang para anggota DPR yang berkunjung ke Amerika Serikat dengan membawa serta anggota keluarga seperti istri dan anak apakah atas biaya sendiri atau dengan biaya DPR.

“Bagus kalau mau diperiksa sekalian semua anggota DPR saja diperiksa. Saya yakin banyak anggota DPR menggunakan kunker mengajak istri, anak maupun anggota keluarga lainnya.Gaji sudah besar, masak mengajak jalan-jalan anak istri gunakan uang negara juga. Mereka seharusnya tidak membawa anak sehingga bisa fokus menjalankan tugasnya,” paparnya.

Uchok sendiri tidak habis pikir para anggota dewan yang terhormat itu membawa-membawa istri dan anak dalam melakukan tugasnya. Menurutnya bagaimana mau bisa bekerja jika membawa serta istri dan anak.

“Kalau memang menggunakan biaya sendiri, saya menyarankan kepada anggota DPR, untuk mencari hari libur membawa anak istrinya jalan-jalan seperti halnya rakyat Indonesia lainnya.Enak bener mereka bisa jalan-jalan membawa anak istri sekalian dalam dinas, sementara rakyat harus mencari hari libur untuk ajak anak istri jalan-jalan dan atas biaya sendiri,” paparnya.

Uchok mencontohkan, bagaimana Mantan Menag Suryadharma Ali menjadi pesakitan di KPK karena membawa serta istri anak dan anggota keluarga dan kerabat lainnya ke tanah suci meski dengan biaya sendiri. “Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali ditangkap KPK karena membawa keluarganya kok, meski atas biaya sendiri dia tetap kena,” katanya.

Seperti diketahui Ketua DPR, Setya Novanto yang juga ketua delegasi dalam acara sidang IPU membawa istrinya Deisti Atriani. Anggota DPR lainnya, yakni yang membawa istrinya adalah Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR dan anggota delegasi Roem Kono (Golkar), Anggota Komisi IV Bidang Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan DPR, Robert Joppy Kardinal. Yang paling mencolok adalah anggota FPD selaku ketua BKSAP, Nurhayati Assegaf yang membawa serta anaknya Syarif Assegaf.

(rizal/sir)