Sunday, 21 July 2019

Perlu Ada Koperasi Bebaskan Petani Dari Tengkulak

Rabu, 9 September 2015 — 13:54 WIB
Foto-Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta.

Foto-Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta.

JAKARTA (Pos Kota) – Selama ini para petani, termasuk petani rumput di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak bisa lepas dari cengkeraman para tengkulak.

“Perlu ada koperasi agar mereka bisa terlepas dari tengkulak,” kata Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, Rabu (9/9).

Dengan ada koperasi, ia berharap akan terwujud kesejahteraan petani rumput laut yang menjadi anggota koperasi.

“Koperasi bisa berperan mulai dari penyediaan sarana produksi rumput laut, bibit, pengolahan rumput laut, pembiayaan dan pemasaran produknya,” katanya.

Untuk memperkuat koperasi rumput laut, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar bimbingan teknis tentang pengembangan rumput laut melalui wadah koperasi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Gerakan koperasi rumput laut belum lama ini juga mendapatkan pencerahan dari berbagai instansi terkait di pusat dan daerah dalam pengembangan rumput laut.

Sejauh ini, ia mengaku budidaya rumput laut telah dirasakan masyarakat. Mereka mendukung upaya Kemenkop dan UKM.

Selain petani rumput laut, Kemenkop dan UKM juga memfasilitasi para peternak sapi di Sulsel untuk berkoperasi sebagai salah satu upaya mendorong produktivitas dan pasokan daging di tanah air untuk memperkuat kelembagaan SDM peternak.

“Kami upayakan para peternak berkoperasi dan mereka yang telah berkoperasi diusahakan agar memiliki unit usaha peternakan,” jelasnya.

Karenanya, pihaknya juga akan mengenalkan teknologi pembibitan sapi lokal dalam rangka pengembangan agribisnis sapi potong dan menjelaskan kebijakan pengendalian kesehatan hewan,” katanya.

Dengan adanya koperasi bagi peternak diharapkan akan ada lembaga legal formal yang bisa menjadi wadah bagi peternak termasuk untuk mengakses permodalan dan memasarkan daging tanpa melalui blantik.

(setiawan/sir)