Wednesday, 12 December 2018

Ribuan Siswa di JakartaUtara Belum Terima KJP

Kamis, 10 September 2015 — 21:03 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Puluhan ribu siswa di Jakarta Utara belum miliki kartu Kartu Jakarta Pintar (KJP) 2015.  Ini dikarenakan mereka masih menunggu proses cetak yang dilakukan Bank DKI. Padahal keberadaan kartu KJP bagi siswa sangat penting.

Sebab, dengan dimilikinya kartu KJP, siswa dapat  digunakanuntuk memenuhi kebutuhan, salah satunya membeli perlengkapan sekolah di toko-toko yang sudah bekerjasama dengan Pemprov DKI. Para siswa berharap proses pembuatan kartu sakti tersebut dapat segera diselesaikan.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Mustafa Kemal mengakui untuk wilayah Jakarta Utara terbagi dua Sudin Pendikan. Yaitu, Sudin Pendidikan Wilayah I, meliputi Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan. Sedankan  Wilayah II, meliputi Kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading.

“Memang dari  total  42.000 siswa yang ada di Jakarta Utara yang mendapatkan kartu KJP, saat baru sekitar  12.000 siswa yang memiliki. Sisanya 30.000 belum memiliki kartu KJP, karena masih menunggu proses cetak dari Bank DKI Jakarta. Jika seluruhnya sudah jadi kita akan serahkan kepada para siswa yang mendapatkannya” ujar Mustafa, Kamis (10/9).

Di Wilayah I, kata Kemal, dari SD, SMP, SMA, SMU dan siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau sekolah paket A,B dan C tercatat ada  sebanyak 26.407 siswa. Dari jumlah itu total dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 79.250.280.000.

Diharapkan kartu tersebut akan segera selesai sehingga 30 siswa yang  saat ini belum memiliki kartu KJP, itu akan memperolehnya. Sebab sesuai kewenangan pihaknya dan Sudin Pendidikan Wilayah II sudah melapoprkan siswa penerima KJP, untuk kartu sendiri  dikeluarkan oleh Bank DKI.

“Kami belum mengetahui apa  penyebab belum selesainya pembuatan kartu tersebut. Sehingga nantinya para siswa tidak akan membebani orang tuanya,”tegas Kemal.

Dana KJP yang dikucurkan Pemprov DKI setiap siswa  per bulan, untuk SDN Rp 210.000, SMP Rp 260.000, SMA Rp 375.000, SMK Rp 390.000. Untuk sekolah swasta, SD Rp 210.000 plus uang SPP Rp 130.000, SMP Rp 260 plus uang SPP Rp 170.000, SMA Rp 375.000 plus SPP Rp 290.000, SMK Rp 390.000 plus SPP Rp 240.000. Serta siswa PKBM Rp 210.000. (Wandi/d)