Saturday, 22 September 2018

Diplomat Arab Saudi di India Dituduh Sekap dan Perkosa Dua Wanita Nepal

Jumat, 11 September 2015 — 19:08 WIB
Warga India berdemo di luar kedutaan besar Arab Saudi menuntut penyelesaian kasus pemerkosaan dua pembantu rumah tangga yang dilakukan oleh salah seorang diplomat

Warga India berdemo di luar kedutaan besar Arab Saudi menuntut penyelesaian kasus pemerkosaan dua pembantu rumah tangga yang dilakukan oleh salah seorang diplomat

DELHI – Pihak berwajib di India meminta duta besar Arab Saudi bekerja sama dalam penyelidikan polisi terhadap kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap dua pembantu oleh salah satu diplomat senior kerajaan.

Pada awal minggu ini, polisi menggerebek kediaman diplomat tersebut di wilayah Guargaon dan mereka menemukan dua wanita asal Nepal yang bekerja sebagai pembantu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan karena dua wanita tersebut mengatakan mereka disandera, tidak diberi makan dan minum, dipukuli dan berulang kali diperkosa oleh sedikitnya tujuh orang selama beberapa minggu.

Saat ini penyidik ingin menginterogasi tertuduh utama yang sekarang sedang bersembunyi di kedutaan besar Arab Saudi di Delhi.

Vikas Swarup, juru bicara pemerintah India, mengatakan, “Kementerian Luar Negeri telah meminta duta besar Arab Saudi dan memenuhi permintaan polisi untuk bekerja sama dalam kasus dua warga Nepal.”

Kedutaan Besar Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan yang berisi penolakan atas semua tuduhan dengan menyebutkan tuduhan tersebut tidaklah berdasar dan mereka telah mengajukan nota keberatan resmi atas penggerebekan apartemen yang dianggap telah melanggar hak diplomatik.

Kamis kemarin, sejumlah demonstran berkumpul di luar Kedutaan Besar Arab Saudi menuntut diplomat dibawa ke pengadilan.

Pemerintah India semakin ditekan untuk menyelesaikan kasus ini setelah penyelidikan medis terhadap korban sesuai dengan pengakuan mereka.

Kedutaan Besar Nepal juga secara resmi meminta penyelidikan secara mendalam terhadap kasus ini.

Kedua wanita korban berasal dari wilayah terpencil di Nepal dan dikirim ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga oleh penyelundup manusia sebelum kembali ke Delhi dengan juragan baru mereka, demikian dikatakan pegawai lembaga non-profit yang menjadi pendamping korban.

Setiap tahunnya jaringan penyelundup manusia mengirim ribuan wanita dari Nepal ke India dan sedikitnya ratusan dikirim ke Timur Tengah.

Kasus ini membuat dilema diplomatis bagi pemerintahan Modi. Perdana Menteri Narendra Modi belum lama telah mendesak agar India meningkatkan hubungan baik dengan negara-negara kaya minyak di Timur Tengah. Arab Saudi adalah salah satu penyuplai minyak terbesar bagi India dan saat ini lebih dari 2 juta pekerja asal India yang tinggal di sana.(theguardian.com/daus)