Tuesday, 20 November 2018

Kabareskrim : Dugaan Korupsi di Pelindo II Tetap Diusut

Jumat, 11 September 2015 — 20:14 WIB
Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Anang Iskandar, usai mengadakan pertemuan dengan Pimpinan KPK di Jakarta, Jumat (11/9).

Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Anang Iskandar, usai mengadakan pertemuan dengan Pimpinan KPK di Jakarta, Jumat (11/9).

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol Anang Iskandar menegaskan, pihaknya masih mendalami perkara dugaan korupsi pengadaan mobile crane di PT Pelindo II. Menurutnya, penyidik  terus bekerja mengumpulkan alat bukti guna menuntaskan perkara.

“Sampai sekarang (kasus Pelindo II) masih dalam proses,” katanya, usai bertemu dengan jajaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Namun, Anang belum bersedia membeberkan siapa tersangka yang dijerat dalam kasus tersebut. Alasannya, penyidikan kasus Pelindo II oleh Bareskrim Polri masih terbilang dini. “Itu masih baru,” pungkasnya, didampingi Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi.

Sementara itu, Johan menyatakan, pihaknya pernah menerima laporan pengaduan soal dugaan korupsi di PT Pelindo II dan sempat menindaklanjutinya. Namun, ia belum bisa memastikan apakah kasus Pelindo II yang ditangani Bareskrim itu serupa dengan pengaduan yang diterima KPK tahun lalu.

“Memang KPK pernah terima laporan pengaduan berkaitan dengan Pelindo II, dalam proses itu oleh KPK ditindaklanjuti atau dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tapi sampai hari ini saya belum tahu apakah yang ditangani Bareskrim, Pelindo II itu, sama dengan pengaduan yang tahun lalu,” pungkasnya.

Penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II terkuak setelah dilakukannya penggeledahan di kantor perusahaan tersebut oleh tim penyidik Bareskrim saat masih dipimpin Komjen Pol Budi Waseso. Kasus tersebut diduga berkaitan dengan proyek pengadaan 10 mobile crane di Pelindo II yang kini tengah diusut polisi.

Penggeledahan itu mendapat protes keras dari Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino. Bahkan, ia sempat mengancam mundur kepada Presiden atas penggeledahan tersebut. Selang beberapa hari kemudian, Polri merotasi jabatan Budi Waseso dengan Komjen Anang Iskandar sebagai Kepala BNN.

Budi Waseso pun sempat menyebut, ada seorang tersangka yang sudah ditetapkan. Menurut informasi, tersangka yang dijerat adalah Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II berinisial FN. Namun saat dikonfirmasi Budi Waseso yang kini memimpin Kepala BNN itu tak menanggapi serius. “Mungkin kalian lebih tahu,” ucapnya. (yulian)