Sunday, 22 October 2017

Pemimpin Oposisi Venezuela Dipenjara 13 Tahun

Jumat, 11 September 2015 — 17:59 WIB
Pemimpin oposisi Venezuela , Leopoldo Lopez

Pemimpin oposisi Venezuela , Leopoldo Lopez

CARACAS – Pemimpin oposisi Venezuela , Leopoldo Lopez mendapat hukuman penjara lebih dari 13 tahun. Demikian dikatakan pengacaranya, Roberto Marrero.

Tokoh penentang yang populer ini telah ditahan di penjara militer sejak Februari 2014. Dia didakwa memicu terjadinya kekerasan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro dan mencoba menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pengadilan di Caracas menyatakan Lopez bersalah pada Kamis kemarin atas perannya sebagai pemimpin gerakan turun ke jalan yang berujung dengan aksi kekerasan dengan pasukan keamanan pada bulan Februari tahun lalu.
Hukuman yang diberikan adalah 13 tahun, sembilan bulan dan tujuh hari.

Lopez akan menjalani hukumannya di penjara militer di Ramo Verde, tempat sekarang dia ditahan sejak menyerahkan diri sesaat setelah aksi protes berdarah.

Sebelum dijatuhkannya vonis, terjadi pertikaian antara pendukung Lopez, 44, dan demonstran pro-pemerintah di luar gedung pengadilan.

Bersenjatakan tongkat dan botol plastik,  pendukung pemerintah sosialis Maduro menyerang sekolompok pengikut Lopez yang telah menunggu pengadilan Lopez dari pagi hari.

Pendukung Lopez mengatakan salah satu rekan mereka meninggal karena serangan jantung saat terjadi pertikaian namun klaim ini tidak bisa diverifikasi kebenarannya. Polisi kemudian diturunkan untuk menjaga kedua kelompok tetap terpisah.

Aksi demonstrasi tahun lalu dikarenakan semakin meningkatnya kriminalitas dengan kekerasan, perekonomian yang hancur dan berkurangnya bahan pokok di pasar.

Antara bulan Februari hingga Juni tahun 2014, sedikitnya 43 orang tewas akibat aksi protes yang berujung dengan bentrok.

Lopez ditahan polisi pada 18 Februari 2014, setelah menyerahkan diri pada polisi.
Pada bulan Mei, Lopez mengadakan aksi mogok makan selama sebulan demi menekan pemerintah untuk menentukan tanggal pemilihan legislatif.

Lopez menghentikan aksi mogoknya setelah pemerintah memastikan pemilihan legislatif akan diadakan pada 6 Desember mendatang.

Venezuela masih terpecah antara pendukung pemerintah yang menganggap pemerintahan sosialis sebagai tembok perlawanan terhadap ekonomi neo-liberal dan imperialisme Amerika Serikat dan penentang pemerintah yang menganggap kekuasaan Maduro sudah melebihi batas dan ketidakmampuannya memperbaiki negara.(aljazeera/daus)