Thursday, 20 September 2018

Razia di Kos-kosan, Wanita Kafe Ketakutan

Sabtu, 12 September 2015 — 18:38 WIB
Cewek-cewek kafe yang terjaring dalam operasi biduk saat diperiksa petugas. (wandi)

Cewek-cewek kafe yang terjaring dalam operasi biduk saat diperiksa petugas. (wandi)

KOJA (Pos Kota) – Ratusan wanita pekerja kafe terjaring operasi Bina Kependudukan (Biduk), yang digelar Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemkot Jakarta Utara, di RW 01, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Mereka yang diamankan saat petugas menyisir kontrakan dan kos-kosan.

Dewi,20, penghuni kaos di daerah Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara yang terjaring mengaku dirinya memang belum memiliki kartu identitas diri di Jakarta. Menurutnya, selama ini dirinya tinggal di Jakarta hanya menggunakan identitas diri dari kampungnya Subang, Jawa Barat.

“Memang saya sebelumnya sudah punya rencana untuk membikin KTP musiman di Kelurahan. Tapi belum sempat ngurus ada operasi, inikan kebetulan banget, selain prosesnya lama juga tidak berbelit-belit dan malam harinya saya bisa kerja lagi,”kata Gadis pelayana Kafe di daerah Jalan Kramat Jaya, Koja.

Nia, 19 pelayan kafe lainnya,  mengaku dirinya kaget saat sedang tidur-tiduran di kos-kosan ada orang ketok-ketok pintu. Gadis manis asal kota hujan Bogor itu langsung membukanya dan ternyata petugas yang ingin memeriksa identitas diri.

“Awalnya saya takut ada petugas datang, tapi setelah dijelaskan saya akhirnya paham. Saat itulah saya langsung dibikinkan Surat Keterangangan Domisili Sementara (SKDS oleh petugas,”ungkap gadis pelayanan kafe di daerah Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara.

Kasudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemkot Jakarta Utara, Erik Polim Sinurat, mengakui pihaknya menggelar operasi biduk di RW 01, Kelurahan Lagoa. Menurutnya, kegiatan ini atas arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama dan Kepala Dinas Dukcapil, Edison Sianturi didampingi Kasie Pendaftaran, Nouvan.

“Makanya atas atensi itulah makanya kami menggelar operasi biduk di wilayah ini. Sebab disini, banyak kontrakan dan kos-kosan, dan ternyata benar, saat operasi kami gelar sedikitnya 123 orang terjaring karena belum memiliki identitas diri. Rata-rata yang diamankan itu sebagian besar karyawan,” tukas Erik Polim Sinurat.

Mereka yang terjaring itu kata Erik langsung dibuatkan SKDS, bukan hanya itu saja. Pada kegiatan ini pihaknya juga menggeralar pelayanan mulai pembuatan KTP, Akte lahir dan Kartu Keluarga. Tercatat seluruhnya dalam layanan ini ada sebanyak 543 berkas terlayani.

“Saya berharap bagi warga yang belum memiliki identitas diri dihimbau untuk segera melakukan pengurusan di kantor kelurahan atau langsung ke Sudin Dukcapil,”terang Erik didampingi Kasie Dukcapil Kecamatan Koja, Jakut, Darmiyati. (wandi)