Monday, 27 May 2019

23 Pulau di Kepulauan Seribu Terancam Hilang

Senin, 14 September 2015 — 14:27 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

JAKARTA (Pos Kota) – Abrasi bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Tercatat sebanyak enam pulau di wilayah Kepulauan Seribu hilang karena tergerus air laut.

Menurut Wakil Bupati Kepulauan Seribu M Anwar, masih terdapat 23 pulau lagi yang juga terancam nasib yang sama.
“Pulau yang hilang tidak berpenghuni, karena sebelum hilang warga sudah dipindahkan ke pulau lainnya,” kata Anwar, di Balaikota, Senin (14/9).

Keenam pulau yang hilang yakni Pulau Ubi Besar seluas 2,7 hektare, Pulau Ubi Kecil seluas 0,3 hektare, Pulau Salak/Nyamuk seluas 2,3 hektare, Pulau Nyamuk Besar seluas 2,5 hektare, Pulau Dakun seluas 0,6 hektare, dan Pulau Anyer Kecil seluas 0,55 hektare.

Sedangkan ke-23 pulau yang terancam hilang karena rawan abrasi diantaranya yakni Pulau Payung Kecil, Kelor, Damar Kecil, Kecipir, Tikus, Jawa, Gundul, Kudus Benteng, Tanah Kudus, Gosong Pandan, Belanda, Semut, Macan Kecil, dan Karang Bongkok.

Karena untuk mengantisipasi hal tersebut Anwar menambahkan Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 tahun 1992 tentang penataan dan pengeloaan Kepualuan Seribu. Dalam perda tersebut diatur pelarangan pengambilan pasir, krikil, dan karang di Kepulauan Seribu.

(guruh/sir)

  • Mangap

    orang yang mengambil pasir dan karang di pulau seribu harus dilarang dan ditindak tegas

  • karedok

    Yah Ilah pulau seharusnya dipelihara jangan disia siakan spt tdk ada harganya