Wednesday, 20 September 2017

Malcolm Turnbull Dilantik Sebagai PM Australia

Selasa, 15 September 2015 — 15:30 WIB
Malcolm Turnbull (berdiri) diambil sumpahnya sebagai PM AUstralia yang baru oleh Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove  (reuters)

Malcolm Turnbull (berdiri) diambil sumpahnya sebagai PM AUstralia yang baru oleh Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove (reuters)

CANBERRA– Malcolm Turnbull diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri baru Australia, sesudah Tony Abbott digulingkan melalui mekanisme perlawanan kepemimpinan Partai Liberal yang berkuasa.

Abbot mengatakan hari Selasa (15/09), bahwa penyingkirannya merupakan hal yang “berat,” namun berjanji untuk “membuat perubahan ini berlangsung selancar yang saya bisa.”

Menyongsong pelantikannya sebagai PM, Turnbull mengatakan bahwa “Ini saat paling membangkitkan semangat bagi saya sebagai orang Australia.”

Turnnbull, Menteri Komunikasi di bawah pemerintahan Abbott, merupakan PM Australia keempat sejak 2013.

“Saya dipenuhi dengan optimisme dan kita akan merancang pekan-pekan ke depan dan bulan-bulan mendatang dengan dasar ini yang akan menjamin kesejahteraan kita di tahun-tahun mendatang,” katanya kepada wartawan.

Tony Abbot akhirnya berbicara kepada publik Selasa (15/09) pagi, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak sempurna namun juga penuh dengan pencapaian.

“Merupakan hal yang berat. Namun sekali kita ikut dalam permainan maka kita menerima aturannya juga,” katanya kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu ia juga menyentil sejumlah anggota partai yang membocorkan berbagai hal kepada media, dan melancarkan “pembunuhan karakter” secara anonim.

Ia tak menyebutkan apakah masih akan berada di parlemen atau sepenuhnya mundur dari politik.

PM baru Australia, Malcolm Turnbull diagendakan mengumumkan kabinetnya pekan ini juga, dengan sebagian anggota kabinet Tony Abbot diperkirakan tetap bertahan, termasuk Menteri Luar Negeri Julie Bishop yang mendukung Turnbull dalam melengserkan Abbot. (BBC)