Friday, 21 September 2018

Tak Naik Podium di Misano, Rossi Ingin Menangis

Selasa, 15 September 2015 — 5:39 WIB
Valentino Rossi, pebalap Yamaha Movistar. (reuters)

Valentino Rossi, pebalap Yamaha Movistar. (reuters)

MISANO (Pos Kota) -Valentino Rossi (Yamaha Movistar/Italia) sedih hingga meneteskan air mata usai gagal menang, bahkan tak mampu naik podium di kandangnya pada MotoGp seri GP San Marino, Minggu (13/9), di Sirkuit Misano, San Marino.

Ini tak lain lantaranĀ  dirinya tengah tampil ciamik sebelum gerimis turun, dan membuyarakan semuanya. Cuaca mengacaukan rencana-rencana The Doctor yang sudah berhasil mendekat jarak dengan dua pembalap di depan Jorge Lorenzo (Yamaha Movistar/Spanyol) dan Marc Marquez (Honda Repsol/Spanyol).

Seperti diketahui balapan sendiri akhirnya dimenangi Marquez. Sedang posisi kedua direbut Brandey Smith (Yamaha Tech3/Inggris).

“Ada banyak pemikiran. Sangat disayangkan untuk balapan ini, terutama karena digelar di Misano. Penting untuk mencoba finis di podium, tapi setelah akhir pekan yang bagus dengan matahari selalu bersinar, hari ini kondisinya benar-benar sulit,” kata Rossi yang memang berasal dari Misano.

“Saya sedih dan ingin meneteskan air mata melihat hasil akhir,” tambah Rossi.

Setelah mengganti ban basah, Rossi yang sempat kesulitan mengimbangi dua pebalap di depannya akhirnya bisa menyodok ke posisi terdepan. Di momen ini dia sepertinya akan bisa mengulang apa yang terjadi di Inggris saat menjadi juara di balapan basah.

POSISI KELIMA

Namun hujan berhenti sebelum race tuntas. Lintasan yang mengering membuat pebalap-pebalap kembali harus berganti ke ban slick. Karena tengah dibuntuti Lorenzo, Rossi sepertinya menunda masuk pit. Dia terlambat tiga lap dibanding Marquez dan telat satu lap dibanding Lorenzo.

Rossi terhindar dari kejaran Lorenzo, karena seteru utamanya itu kecelakaan. Tapi, saat kembali ke lintasan dia sudah kehilangan banyak waktu hingga akhirnya hanya bisa finis di posisi lima.

“Dua pertiga pertama balapan berlangsung baik karena saya tidak terlalu buruk menggunakan ban kering dan setelah mengganti motor untuk kali pertama, menggunakan ban basah, juga menjadi bagian yang bagus karena saya sangat kuat dan cepat. Saya juga menikmati pertarungan dengan Jorge dan Marc, saat itu saya ada di depan,” kata Rossi yang belum percaya akhir dari balapan GP San Marino.

Lorenzo yang crash dan tak bisa melanjutkan lomba di GP San Marino, mengaku gagal finisĀ  bisa memengaruhi perebutan gelar juara dunia di akhir musim nanti. Lorenzo membuat beberapa kesalahan, tapi dia menolak menyesalinya.

Lorenzo menyebut kesalahan pertamanya adalah menunggu terlalu lama untuk mengganti ban slick, setelah hujan selesai dan lintasan mulai kering. Dia memilih untuk menunggu reaksi Rossi terkait kondisi tersebut. Padahal Lorenzo sudah diinformasikan oleh timnya untuk mengganti ban. (prihandoko)