Monday, 19 August 2019

Pengakuan Sopir Bus Kopaja, ” Tidak Bisa Ngerem karena Ada Botol “

Rabu, 16 September 2015 — 17:49 WIB

PANCORAN (Pos Kota) – Sopir Bus Kopaja S 16 jurusan Kampung Melayu-Ragunan yang menabrak dua mobil dan sepeda motor hingga menewaskan dua orang satu diantaranya wanita hamil dan seorang bocah sekarat di Jalan Warung Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan, mengaku saat sedang mengerem terganjal botol minuman.

Budi Wahyonol, 26, pengemudi Kopaja S 612 bernopol B 7664 RW diamankan ke Mapolsek Pancoran sebelum dibawa ke Mapolres Jaksel. Menurutnya peristiwa tabrakan itu karena dirinya tidak bisa mengerem saat  melaju di jalur Bus Transjakarta dari arah Mampang Prapatan ke Ragunan.

“Udah mencoba ngerem dari jauh, tapi ada botol yang ngeganjel di pedal rem,” ungkap pria berkemeja warna hitam itu di Mapolsek. ‎Dia mengaku memang keluar trayek saat melintas di Jalan Buncit Raya atau lokasi kejadian kecelakaan. Menurutnya, saat itu dirinya hanya ingin mengetem di Terminal Ragunan. Saat melintas, kata dia, tidak membawa penumpang.

“Saya lagi nggak bawa sewa cuman mau ngetem di Eagunan,” tuturnya. Warga Karet Tengsin, Jakarta Pusat itu mengatakan sudah tidak tahu ingin berbuat apa-apa saat kejadian kecelakaan itu. Sehingga, dia berusaha kabur. Namun, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menghajar dan menghakiminya secara massa.

“Habis bingung kiri dan kanan orang. Ban motor ke hajar jadinya oleng dan terus kena mobil Avanza,” tuturnya.

Saat ini, pelaku masih diperiksa di Mapolres Jaksel. Bus Kopaja dirusak oleh warga disita. (adji)