Sunday, 15 September 2019

Kemarau Panjang

PAM Jaya Antisipasi Kekurangan Air Baku

Kamis, 17 September 2015 — 12:26 WIB
Foto-Dok.

Foto-Dok.

JAKARTA (Pos Kota) – Menindaklanjuti kegelisahan warga Jakarta yang dilanda kekeringan, PAM Jaya sebagai perusahaan daerah yang mengawasi kedua mitra swasta PALYJA dan AETRA melakukan antisipasi kekurangan air baku.

Kemarau panjang yang kini sedang melanda Ibukota dan sekitarnya dapat mengakibatkan kekeringan pada sumber air bersih di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Untuk itu, PAM JAYA makin intensif berkordiniasi dengan pihak PALYJA, AETRA, PJT II dan Badan Regulator untuk menciptakan ketahanan air baku. “Setelah melaui kordinasi dengan berbagai pihak dapat disimpulkan ketahanan air baku untuk Jakarta masih pada level aman sampai dengan Desember 2015,” ujar Dirut PAM Jaya, Erlan Hidayat di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurutnya, PJT II menjamin suplai air baku untuk Jakarta dalam kondisi aman sampai akhir tahun ini, karena batas pola kering Tinggi Muka Air (TMA) pada Waduk Jatiluhur sebesar 87.5 mdpl. Sedangkan saat ini berada di posisi 94.22 mdpl dan diperkirakan pada akhir Desember berada pada posisi 91.25 mdpl. “Posisi sumber air baku untuk Jakarta saat ini 81% berasal dari Waduk Jatiluhur sementara 15% lainnya berasal dari PDAM Kabupaten Tangerang berupa air curah dan 4 % berasal dari sungai yang berada di Jakarta,” ujar Erlan.

Masih dalam rangka mendukung persediaan air, PAM Jaya juga melakukan serangkaian kegiatan guna memastikan bahwa suplai air baku akan aman di tengah kemarau panjang ini. “Salah satu kegiatan yaitu memonitor pekerjaan normalisasi Saluran Tarum Barat yang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui BBWS Citarum antara lain pekerjaan Normaliasi Saluran Tarum Barat Trase Curug – Bekasi yang dibagi menjadi 2 paket pekerjaan,” paparnya. Selain itu PAM Jaya juga akan melakukan koordinasi ke BBWS Citarum untuk usulan pemasangan automatic trash rack di hulu Syphon Bekasi guna mengoptimalkan pasokan air baku ke wilayah Jakarta.

Namun demikian wilayah pelayanan di bagian barat Jakarta yang merupakan area pelayanan PALYJA akan mengalami sedikit gangguan. “Karena IPA Taman Kota berkapasitas 150 lps yang melayani sekitar 15,000 warga mengalami penurunan kapasitas produksi akibat dari pencemaran masuknya air laut ke sumber air baku IPA Taman Kota,” ungkap Erlan.

Menurutnya, permasalahan serupa juga terjadi di IPA Cilandak yang berkapasitas 400 lps terpaksa menurunkan kapasitasnya 50% karena air bakunya semakin tercemar amoniak dan deterjen yang biasa terjadi di musim kemarau. Sebagai antisipasi kekurangan suplai air bersih di Wilayah Barat dan Selatan Jakarta, tambah Erlan, PAM Jaya meminta AETRA (Operator Wilayah Timur Jakarta) mengirimkan air lintas ke PALYJA sebanyak 100 – 150 lps melalui boundary di Jl. MT. Haryono.

“Kegiatan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi dampak kemarau panjang yang dialami oleh masyarakat Jakarta,” pungkasnya.
(joko/sir)