Friday, 14 December 2018

Beserta 8,5 Ton Pakan Ternak

Tanpa Dokumen, 5 Ton Telur Ayam Diamankan di Merak

Kamis, 17 September 2015 — 12:28 WIB
Foto-Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memeriksa truk angkut telor ayam saat petugas menggelar operasi bawang merah impor dan daging celeng di depan markas KSKP Merak, Rabu (16/9) malam.(haryono)

Foto-Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memeriksa truk angkut telor ayam saat petugas menggelar operasi bawang merah impor dan daging celeng di depan markas KSKP Merak, Rabu (16/9) malam.(haryono)

MERAK (Pos Kota) – Sebanyak 5 ton telur ayam yang diangkut menggunakan truk colt diesel BG 8620 GB diamankan petugas gabungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak dan ASDP Merak, Rabu (16/9) malam.

Tak hanya telur, petugas juga mengamankan 8,5 ton pakan ternak yang diangkut truk nopol BG 9474 UF. Barang-barang yang berasal dari Pulau Sumatera ini tidak diijinkan masuk dikarenakan tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

“Kedua kendaraan kita tahan dulu karena pengemudi tidak membawa dokumen persyaratan karantina,” ungkap Budi Suherman, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon menghubungi poskotanews.com, Kamis (17/9).

Dikatakan Budi, kedua kendaraan tersebut diamankan saat petugas menggelar operasi bawang merah impor dan daging celeng di depan Markas KSKP Merak, Kota Cilegon. Dalam operasi yang digelar sekitar 3 jam itu, kata Budi, petugas telah memeriksa sekitar 100 kendaraan angkutan barang tujuan kota-kota di Pulau Jawa.

“Kalau untuk bawang merah dan daging celeng tidak kita temukan. Yang kami dapatkan hanya telur dan pakan ternak yang tidak dilengkapi dokumen,” kata Budi.

Menurut pengakuan Sunyoto, supir truk BG 8620 GB, lanjut Budi, ribuan telur ayam itu rencananya akan dibawa ke daerah Rawa Panjang, Bekasi Barat. Sedangkan 8,5 ton pakan ternak milik PT Sentra Profeed Intermitra, Bandar Lampung, berdasar pengakuan Suwarno, supir truk BG 9474 UF akan dikirim diantarkan ke PT Ciomas Adi Satwa, peternakan ayam di daerah Kabupaten Serang.
“Karena tak ada dokumen, kendaraannya berikut muatannya kita amankan dulu sambil menunggu ke dua supir membawa dokumen dari Kantor Karantina Bakauheuni,” jelasnya.
(haryono/sir)

  • paino

    Tolong abang-abang sayur kalau jualan telor juga bawa surat karantina ya, kalau tidak nanti kita amankan.