Wednesday, 13 December 2017

DPR Tuding Pejabat Hamburkan Duit Negara

Sabtu, 19 September 2015 — 23:41 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan DPR tak terima masalah usulan kenaikan tunjangan disebut boros. Mereka pun melakukan serangan balik dan menuding justru para pejabat pemerintahan yang menghamburkan duit negara.

“Lihat saja, kalau menteri seperti dalam kunjungan ke daerah, pasti membawa pejabat eselon I atau II dan para stafnya. Rombongan banyak. Itu saja sudah satu contoh pemborosan anggaran yang besar,” kata Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono, di Jakarta, kemarin.

Bambang membeberkan, kunjungan menteri juga menimbulkan pemborosan lain karena kepala daerah dipastikan berdatangan menyambut, belum termasuk anggaran pengawalan. Jelas, menghabiskan anggaran yang sangat besar.

Pemborosan serupa terjadi kalau mengadakan kunjungan ke luar negeri. “Miliaran rupiah bisa dihabiskan dalam seminggu oleh seorang menteri. DPR tak menerima itu semua,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.

RUANGAN DPR KECIL

Dikatakannya, fasilitas ruangan anggota DPR hanya 3×6 m, sangat kecil bila dibandingkan dengan ruangan menteri. Ruangan anggota DPR sekecil itu pun harus dihuni 6 enam orang, 5 staf dan satu anggota DPR.

“Lihat ruangan seorang menteri yang seperti aula (luas) dengan fasilitas sangat mewah,” katanya.

Menurutnya, sekali-kali publik bisa melihat langsung ruang para anggota DPR di Senayan. Sebagai pejabat negara, idealnya, gaji dan tunjangan jabatan yang diterima setara dengan Presiden, minimal setara menteri.

“Tapi, faktanya anggaran dan fasilitas yang diterima anggota DPR masih di bawah anggaran seorang menteri yang seorang pembantu Presiden,” ujarnya.

Dengan fakta ini, mestinya publik membuka mata, betapa pemborosan itu sesungguhnya terjadi di eksekutif. Fasilitas mobil yang diberikan kepada seorang dirjen jauh lebih mewah daripada anggota DPR. Dirjen bisa menerima sedan Camry. Begitu juga dirut bank BUMN bisa menerima Mercedes Benz S Class 400.

“Tapi anggota DPR hanya diberikan Rp90 juta untuk beli mobil selama satu periode,” tandasnya. (winoto)