Saturday, 20 July 2019

Tukang Becak Jadi Pengemudi Go-Jek, Kalah Bersaing Karena Gagap Main HP

Senin, 21 September 2015 — 7:59 WIB
: Bejo dan becak serta helm Go-Jek ke sayangannya. (Wandi)

: Bejo dan becak serta helm Go-Jek ke sayangannya. (Wandi)

PADEMANGAN (Pos Kota) – Sulitnya hidup seperti sekarang membuat sebagian masyarakat harus membuat ide-ide kreatif untuk mencari uang tambahan. Begitu pula dengan Budi Sukarno,48, tukang becak, ia  nyambi menjadi tukang Go-jek demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, ini dilakukan karena penghasilan sebagai pengemudi roda tiga tidaklah cukup. “Dalam seharian dari mulai pukul 04.30 hingga 22.00  saya narik becak rata-rata penghasilan antara Rp 30 hingga 50 ribu. Dengan uang segitu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak,” kata Bejo, panggilan akrab Budi Sukarno.

Diungkapkan oleh pria asal Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, kesulitan hidup ini ia rasakan setelah istrinya meninggal dunia sejak dua tahun lalu karena penyakit jantung. Semenjak itu praktis semua urusan keluarga mulai mengurus anak, masak, cuci pakaian ia lakukan sendiri karena anaknya yang pertama sudah punya suami dan pisah rumah sedangkan dua anaknya masih kecil-kecil.

Bejo juga menambahkan dengan penghasilan yang rata-rata sehari Rp 30 hingga 50 ribu ini dirinya juga dituntut untuk bisa menabung. Ini dilakukan karena untuk membayar kontrakan dan  kriditan sepeda motornya.

“Untuk bayar kontrakan rumah sebulan Rp 300 ribu sedangkan untuk cicilan motor Rp 530 ribu/bulan. Makanya saya setiap hari rata-rata harus menabung antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu,”terang warga RT 04/012 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

Tertariknya Bejo ikut tergabung Go-Jek ini setelah dirinya melihat kawan-kawannya yang ada di wilayahnya pendapatannya cukup besar. Makanya dengan bermodalkan motor kriditan miliknya ia berusaha mengadu nasib melamar Go-Jek.

Iapun mengaku sangat beruntung, karena baru melamar sekali langsung diterima. “Saya sangat bersyukur karena begitu melamar langsung diterima. Teman saya sudah hampir sebulan belum juga diterima sampai sekarang,”kata Bejo.

Diakui oleh Bejo, meski baru satu bulan dirinya ikut tergabung Go Jek, namun pendapatannya sudah hampir Rp 700 ribu. Sedikitnya pendapatan ini dikarenakan harus bersaing dengan Go-Jek yang lain.

“Kalau yang lain mungkin sudah biasa mainin telepon tapi saya baru kali ini main telepon Android seperti ini. Jadinya saya kalah bersaing dengan mereka sehingga hingga saat ini baru antar 15 orang,”terang kakek satu cucu itu.

Biarpun sudah tergabung sebagai Go-Jek namun, Bejo mengaku tak akan meninggalkan profesi sebagai tukang ojek. Ini dilakukan karena becak selama ini sangat berjasa dalam menapaki jalan hidup yang selama ini. (Wandi)

  • Binsar Situmorang

    karya anak bangsa..go jek .ga pake janji kampanye..mengurangi pengangguran secara fenomenal..mantap!! ga kaya dHEWAN RAKYAT YG CUMA JANJI JANI DOANG..

  • Tompel

    Sy bingung cara menghitung penghasilan tukang Gojek kok bisa besar ?, padahal tarifnya relatif murah apa ada sybsidi ?