Tuesday, 25 September 2018

Bus Pariwisata jadi Angkutan Umum, Dikandangkan

Selasa, 22 September 2015 — 11:19 WIB

JATINEGARA (Pos Kota) – Satu bus pariwisata yang berubah menjadi angkutan umum dikandangi Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Selasa (22/9). Tak hanya itu, empat unit mikrolet dan sebuah patas PPD 213 yang surat-suratnya kadaluarsa ikut bawa petugas.

Dikandanginya kelima angkutan umum itu, dari hasil razia yang digelar Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, di terminal Kampung Melayu; Jatinegara, Jakarta Timur. Para sopir pun hanya bisa pasrah kendaraannya langsung diambil alih petugas yang membawanya ke tempat penyimpaan kendaraan di Pulogebang, Cakung.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Andri Yansah mengatakan, pihaknya langsung menindak tegas begitu mendapat laporan adanya bus pariwisata yang berubah menjadi angkutan umum. “Karena laporan yang didapat itu, makanya hari ini kami langsung bergerak dan melakukan penindakan,” katanya, Selasa (22/9).

Menurutnya, dari hasil penindakan itu, pihaknya menemukan bus yang sama sekali tak memiliki izin trayek. Yang lebih mengejutkan, bus tersebut merupakan bus pariwisata yang dirubah menjadi angkutan umum.

“Hari ini baru satu kami kandangi, sisanya akan menyusul. Semuanya akan kami kandangi,” tegasnya.

Yang membuat gerang kepala dinas, bus tersebut juga tak dilengkapi KIR, yang merupakan sebagai penguji kelengkapan kendaraan. Karena itulah, Andri langsung menginstruksikan petugasnya untuk langsung menindak. “Ini langsung dikandangi, jangan sampai keluar lagi. Ini bisa bikin celaka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasudin perhubungan dan Transportasi Jakarta Timur, Benard Oktavianus Pasaribu mengatakan, dari hasil razia tersebut, pihaknya menindak bus pariwisata, PPD, dan empat mikrolet yang surat-suratnya sudah kadaluarsa. “Kami juga menilang 24 sopir angkutan yang tidak bisa menunjukan kelengkapan surat-suratnya,” papar Benard.

Menurutnya, penertiban tersebut akan terus dilakukan pihaknya, agar tercipta kenyaman bagi masyarakat pengguna angkutan umum. Dengan begitu, angkutan umum pun akan semakin digemari warga Jakarta. “Razia ini juga akan dilakukan diseluruh terminal untuk mengecek kelengkapan surat-surat para angkutan umum,” ungkapnya.

(ifand/sir)