Tuesday, 25 September 2018

Peristiwa Mina Bukan di Jalur Biasa Dilalui Jamaah Indonesia

Kamis, 24 September 2015 — 19:02 WIB
Jutaan jemaah haji menuju Mina untuk lempat jumrah (reuters)

Jutaan jemaah haji menuju Mina untuk lempat jumrah (reuters)

MEKKAH– Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat memastikan bahwa peristiwa Mina yang terhadi hari ini, Kamis (24/09)  benar adanya. Arsyad juga memastikan bahwa persitiwa itu terjadi di Jalan Arab 204 yang bukan merupakan jalur yang biasa dilalui oleh jamaah haji Indonesia.

“Berita terkait peristiwa MINA benar adanya. Peristiwa tersebut terjadi di jalan Arab 204 dan waktu terjadi pada 7.30 waktu Arab Saudi, pada saat jamaah akan melakukan lontar Jumrah Aqabah,” terang Arsyad dalam keterangan pers, Makkah, Kamis (24/09).

Menurutnya, jalan Arab 204 adalah jalan yang  tidak biasa digunakan jamaah haji Indonesia yang tinggal di Mina Jadid. Jalan yang biasa mereka gunakan adalah jalan King Fahd. Jalan Arab 204 terletak di  sebelah kiri jalan King Fahd. “Jadi lokasi kejadian bukan berada pada  jalur yang biasa ditempuh jamaah haji Indonesia,” kata Arsyad.

Jamaah haji Indonesia di Mina terbagi dalam  dalam 52 maktab, 45 maktab di Harratul Lisan (Mina), 7 maktab di Mina Jadid. Jamaah yang tinggal di Harratul Lisan  tidak akan melalui jalur Arab 204,  tapi melalui terowongan muashim ketika akan ke Jamarat. Jadi sangat kecil sekali untuk terjadinya korban yang lebih banyak.

Dijelaskan Arsyad, peristiwa diduga terjadi karena adanya jamaah yang akan melakukan jumrah Aqabah tiba-tiba terhenti di jalan Arab 204. Karena terhenti, jamaah yang berada pada barisan belakang mendorong jamaah yag di depan sehingga berdesakan dan banyak perempuan dan orang tua yang jatuh menjadi  korban.

Untuk memastikan apakah ada korban dari jamaah Indonesia, Arsyad mengatakan bahwa Tim PPIH sudah turun di tempat kejadian peristiwa (TKP) dan  di RS Mina Al-Jisr, tempat  banyak korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut. “Berdasarkan info tim di lapangan, ada satu korban jamaah haji Indonesia. Sampai saat ini korban tersebut sedang diidentifikasi dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama akan segera disampaikan identitas dan kloter asal jamaah haji tersebut,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya lebih banyak korban, Arsyad mengatakan bahwa PPIH terus berkoordinasi  tidak hanya dengan petugas PPIH di lapangan, tapi juga dengan Difa Madani atau semacam badan penanggulangan bencana Arab Saudi untuk mendapatkan informasi yang lebih up to date, khususnya pada  wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau PPIH.

PPIH Arab Saudi sudah sejak awal mengantisipasi kepadatan jamaah yang akan melempar jamarat dengan mengeluarkan larangan untuk melontar jumrah aqabah pada pukul 8.00 – 11.00 tanggal 10 Dzulhijjah. Sebab saat itu adalah waktu di mana jamaah ramai-ramai pergi ke Jamarat untuk melontar jumrah. Untuk tanggal 11 dan 12 Dhulhijjah, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak melontar jumrah mulai Pukul 13.00 – 16.00;

Jumlah korban meninggal dunia sampai dengan saat ini ada 220 orang dengan korban luka 450 jamaah dan itu kebanyakan dari jamaah dari Negara wilayah Arab dan Afrika (Mesir). “Info terkait peristiwa Mina, hubungi hotline kami di +966543603154,” tandas Arsyad. (kemenag)