Friday, 23 June 2017

Polisi Thailand Tangkap Pria Penaruh Bom di Kuil

Sabtu, 26 September 2015 — 20:32 WIB
Adem Karadag oleh polisi dituduh sebagai pria berkaos kuning yang menaruh bom di bawah bangku di dekat Kuil Erawan

Adem Karadag oleh polisi dituduh sebagai pria berkaos kuning yang menaruh bom di bawah bangku di dekat Kuil Erawan

BANGKOK – Kepolisian Thailand mengklaim pria pertama yang ditangkap dalam penyelidikan pengeboman Bangkok adalah orang yang menaruh peledak yang mengguncang ibukota pada bulan Agustus lalu.

Adem Karadag, 28, yang ditangkap bulan lalu di luar kota Bangkok setelah polisi menemukan setumpuk paspor palsu dan bahan pembuat bom di apartemennya. Saat konferensi pers, polisi sempat menunjukkan foto di paspor pria tersebut dengan kewarganegaraan Turki.

“Dia mengaku sebagai pelaku,” kata juru bicara kepolisian Prawut Thawornsiri kepada reporter. “Semua informasi yang kami punyai menuntun kami ke pria tersebut.” Karadag diduga sebagai pria yang mengenakan kaos kuning yang terekam kamera CCTV sedang menaruh tas ransel hitam di bawah bangku pada 17 Agustus lalu, sesaat sebelum terjadi ledakan.

Prawut mengatakan Karadag kemudian melarikan diri menggunakan ojek sebelum akhirnya berganti baju di toilet di taman Lumpini di kota Bangkok. Karadag dikenai delapan dakwaan, termasuk pembunuhan berencana.

Pada hari Sabtu, Karadag kembali dibawa ke lokasi untuk rekonstruksi pengeboman Kuil Erawan di distrik Chidlom, Bangkok.

Pengacara Karadag, Chuchart Kanpai, mengatakan kliennya lahir di Cina tapi pindah ke Turki pada tahun 2004. Dia masuk ke Thailand pada 21 Agustus, empat hari setelah ledakan.

Menurut pengacara tersebut, nama lengkap kliennya adalah Bilal Mohammed walaupun pihak berwenang Thailand masih menyebutnya dengan nama Karadag.

Tersangka lain yang ditangkap, Yusufu Mierili juga didakwa memberikan bahan peledak kepada Karadag di satu stasiun kereta. Polisi juga melakukan rekonstruksi dengan Mierili pada awal bulan ini di stasiun Hua Lamphong.

Lebih dari 120 orang terluka akibat ledakan tersebut, pengeboman terburuk dalam sejarah Thailand.(theguardian.com/daus)