Wednesday, 19 September 2018

Rupiah Makin Loyo, Gelombang PHK Sulit Dihindari

Minggu, 27 September 2015 — 6:32 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Melemahnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp14.700/dolar AS, berdampak pada dunia usaha. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kalangan industri pun sulit dihindari, dan ledakan pengangguran sudah di depan mata.

Bank Indonesia harus lebih serius mengendalikan rupiah. “BI dengan kewenangannya harus memperhatikan kenyataan dunia usaha.  Mereka tercekik akibat kebijakan BI. Rupiah seperti ini, maka PHK sebagai pilihan yang tak terhindarkan,” ujar anggota Komisi XI DPR M Misbakhun di Jakarta, Sabtu (26/9). Dampaknya, bakal terjadi ledakan pengangguran.

Untuk diketahui, saat penutupan akhir pekan rupiah merosot ke kisaran Rp14.700 per satu dolar AS. Kecenderungan melemah harus diatasi oleh BI dan tentunya kinerja ekonomi oleh pemerintah.

LANGKAH TENGAH

Menurut dia, PHK sebagai jalan tengah bagi dunia usaha karena produksinya yang tidak menguntungkan. “Bagi pengusaha jalan yang ditempuh tentunya melakukan rasionalisasi pekerjanya dan mereka harus mengurangi biaya serta kapasitas produksinya,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, ketika rupiah telah menembus Rp 14.700 per dolar AS nilai bahan baku impor semakin mahal. Tak ada cara lain bagi pengusaha, mereka pasti melakukan pengurangan-pengurangan, menghemat anggarannya agar. “Kalau yang terjadi adalah rasionalisasi dalam hal pengurangan tenaga kerja melalui PHK, ini yang kita khawatirkan bersama,” tandasnya. (winoto)