Sunday, 18 November 2018

Universitas Borobudur Terapkan Kuliah Berbasis IT

Minggu, 27 September 2015 — 10:45 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota)-Sebagai konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Universitas Borobudur mulai menerapkan sistem belajar mengajar dengan menggunakan media elektronik atau Elektronic Learning (E-Learning). Sistem belajar berbasis internet ini dinilai memiliki banyak keunggulan, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan tinggi.

“Penggunaan IT ini menjadi inovasi yang kami harapkan memberikan kemudahan baik bagi mahasiswa maupun para pengajar. Sehingga perkuliahan di Universitas Borobudur akan jauh lebih efektif dan efisien,” kata Rektor Universitas Borobudur Prof. Dr. H. Basir Barthos seusai memberikan kuliah umum perdana kepada para mahasiswa baru di universitas tersebut.

Menurutnya saat ini belum banyak perguruan tinggi yang menerapkan sistem pembelajaran berbasis IT. Mengingat untuk mengadopsi sistem ini, dibutuhkan biaya yang cukup mahal.

E-Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam proses belajar mengajar dinilai sangat penting sebagai upaya mendidik mahasiswa Universitas Borobudur agar senantiasa mampu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

“Dengan langkah ini kami harapkan mahasiswa kami nantinya dapat menjadi sarjana yang unggul, kompeten, serta berdaya saing tinggi di era globalisasi,” tambahnya.

Menurut Basir, paradigma baru yang berkembang belakangan ini mengatakan bahwa, masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang cerdas secara ilmu pengetahuan, mempunyai kompetensi unggul, serta memiliki karakter dan jati diri. Keunggulan manusia berpusat pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Prof. Dr.H. Faisal Santiago, SH, MM mengatakan, pihaknya tidak main-main dalam meningkatkan kualitas pengajar dan mahasiswanya. Ditargetkan pada tahun 2017 seluruh staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Borobudur sudah bergelar Doktor (S3).

“Apalagi saat ini kami telah masuk ke dalam jaringan 385 fakultas hukum kelas dunia, yang berarti Fakultas Hukum Universitas Borobudur cukup diperhitungkan di kancah internasional,” tambah Faisal.

(inung/sir)