Wednesday, 19 September 2018

Meski Diprotes Banyak Pihak

Proyek Kasur Rp 12,45 Miliar untuk DPR Terus Berlanjut

Senin, 28 September 2015 — 19:40 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Proyek pengadaan kasur baru sebesar Rp 12,45 miliar untuk  anggota DPR ternyata masih terus dijalankan. Padahal sudah banyak sudah menjadi polemik di masyarakat yang terkesan bermewah-mewahan dengan uang pajak rakyat.

“DPR itu selalu  ngotot kalau untuk kepentingan mereka, padahal itu belanjanya pakai  uang rakyat. Sebenarnya kjan sudah banyak pihak menyatakan, batalkan saja proyek kasur itu, karena tidak  penting buat DPR,” kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Senin (28/9)

Perilaku DPR tersebut, katanya, akan membuat rakyat atau publik tambah marah kepada DPR.  Ini menambah kondisi DPR tidak lagi dipercaya, karena tidak mau dengar apa kata rakyat.

Menurut aktivis antikorupsi itu, pengadaan kasur tersebut sebenarnya tak perlu dilakukan. Dengan perilaku seperti itu, ia tak sungkan menyebut para anggota DPR sekarang  mendapat banyak kemewahan.  “Anggota dewan yang paling enak dan bergelimang kemewahan ya masa jabatan saat ini,” ujar Uchok.

Beredar pula informasi bahwa tender ini dimenangkan oleh pengusaha binaan orang dalam Gedung DPR.  Dengan demikian muncul dugaan   ada aroma permainan dalam tender proyek pun bisa saja terjadi.

“Kalau itu benar ada permainan, KPK harus ikut evaluasi tender ini,” kata Uchok.

Untuk diketahui, DPR merencanakan pengadaan kasur di rumah dinas jabatan anggota (RJA) di kompleks Ulujami, Kalibata Jakarta Selatan dan Wisma Graha Sabha Puncak, Jawa Barat. Anggarannya mencapai  Rp12,45 milliar. Pelaksanaan tender sudah dilakukan. (Winoto)