Thursday, 16 August 2018

Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai Rp 4000 Triliun

Senin, 28 September 2015 — 21:48 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat ekonomi politik, Salamuddin Daeng, khawatir terhadap utang luar negeriĀ  pemerintah dan swasta yang sudah menumpuk banyak.

“Utang luar negeri kita sudah sangat mengkhawatirkan. Sangat fantastis jumlahnya. Totalnya sampai akhir kuartal kedua bukan Rp3000 triliun lagi, tapi sudah mencapai Rp4000 triliun,” katanya saat dihubungi Pos Kota, Senin (28/9).

Dari total utang luar negeri ini, baik bilateral maupun multilateral, ia mengungkap porsi utang pemerintah tidak sebesar utang swasta.

Utang luar negeri pemerintah sebesar 139 miliar dolar AS. Sedangkan utang swasta mencapai 146 miliar dolar AS. “Selain utang luar negeri, pemerintah juga memiliki utang di dalam negeri sebesar Rp1000 triliun.”

Dengan utang luar negeri yang begitu besar, ia khawatir pemerintah bisa default (gagal bayar, red). Ini bukan tidak mungkin terjadi, mengingat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut.

Kalau cuma cadangan devisa tergerus untuk membayar utang luar negeri, Salamuddin menegaskan tak ada masalah.

DIBAIL-OUT

Menjadi persoalan adalah negara lain bisa membail-out. Seluruh aset yang dijadikan jaminan utang. “Ini yang mengkhawatirkan. Apalagi aset yang dijaminkan tersebut aset strategis,” tandasnya.

Pemerintah bisa saja mengangsur utang tersebut dengan penerimaan pajak yang diperoleh. Hanya saja yang menjadi korban adalah rakyat.

“Semua penerimaan pajak dialihkan untuk mengangsur pajak. Tapi semua kepentingan rakyat terabaikan,” tandasnya.

Karenanya, ia mengaku ketar-ketir, jika untuk mewujudkan ambisiusnya membangun infrastruktur mengajukan utang baru. “Ini sama saja memberi warisan kepada anak cucu ke depan,” tandasnya. (setiawan)