Monday, 22 October 2018

Digerebek, 5 Penjudi Angkat Tangan

Selasa, 29 September 2015 — 16:47 WIB
Kapolresta Depok Kombes Dwiyono menunjukkan barang bukti perjudian. (angga)

Kapolresta Depok Kombes Dwiyono menunjukkan barang bukti perjudian. (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Jajaran Polsek Sukmajaya mengungkap perjudian elektronik beromzet jutaan rupiah. Lima pelaku, termasuk bandarnya, bandar dibekuk dalam sebuah penggrebekan.

Pelaku US,23, MHS,28, RM,24, MOM,20, serta bandar PS,31, ditangkap petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, Iptu Varno. Penggerebekan dilakukan di rumah kontrakan di Jalan H.Sairan, Kp. Sidamukti, Kel. Sukamaju, Kec. Cilodong, kemarin malam.

Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono, mengatakan uang taruhan Rp1.835.000 disita dalam penggerebekan itu. Saat itu, mereka tengah asyik berjudi. Selain itu, HP dan kertas untuk berjudi.

“Cara main judi pelaku seperti judi koplok. Biasanya menggunakan batok untuk mengocok dadu, tapi pelaku mengganti dengan menggunakan aplikasi android sebagai dadu,” ujarnya didampingi Kapolsek Sukmajaya, Kompol Bambang Hari Wibowo, bersama Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho dalam rilis di Aula Atmani Adhi Wedhana Polresta Depok, Selasa (28/9).

Perwira menengah jebolan Akpol 1994 ini mengatakan petugas megetahui lokasi perjudi itu berkat informasi warga. “Setelah diintai dan didalami, ternyata lokasi rumah kontrakan setiap malam sering gunakan jadi tempat judi elektronik jenis koprok. Omzetnya puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Pelaku yang diamankan, lanjut Kapolres, sehari-hari menjadi rentenir yang kerap disebut sebagai bank keliling. “Setiap kali pasang Rp5.000 per orang. Dalam semalam bisa mencapai puluhan juta,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Sukmajaya, Kompol Bambang Hari Wibowo, mengatakan aplikasi permainan dadu sebagai alat kocok nomor diperoleh pelaku hasil dari download. “Sistem permainanmya, pelaku menaruh taruhan di angka yang telah dituliskan dalam secarik kertas. Pelaku menggunakan aplikasi dadu untuk memperoleh nomor,” ungkapnya.

Selanjutnys, kelima penjudi dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian. Mereka diancam hukuman 5 tahun kurungan. (yp)