Wednesday, 20 September 2017

Kopi Komoditas Ekspor Unggulan

Jumat, 2 Oktober 2015 — 10:09 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kopi menjadi komoditas ekspor unggulan dan penghasil devisa terbesar keempat setelah kelapa sawit, karet dan kakao dengan nilai devisa lebih dari 1,4 Milyar dolar AS dan menyerap lapangan kerja lebih dari 1,89 juta KK.

Produktivitas tanaman kopi di Indonesia saat ini baru mencapai 741 kg biji kopi/Ha/tahun untuk Robusta dan 808 Kg biji kopi/Ha/Tahun untuk Arabika.

Menteri Perindustrian Saleh Husin usai meresmikan Pencanangan Hari Kopi Internasional di Indonesia di Plaza Kementerian Perindustrian, pada Kamis (1/10) mengatakan Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan produksi pada tahun 2014 sebesar 685 ribu ton atau 8,9 % dari produksi kopi dunia dengan komposisi 76,7% merupakan kopi jenis robusta dan 23,3% merupakan jenis arabika.

Ekspor produk kopi olahan tahun 2014 mencapai 332,24 juta dolar AS atau meningkat 9,9% dari tahun 2013 yang mencapai 302,12 juta dolar AS. “Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, RRC, dan Uni Emirat Arab,” jelas Saleh.

Pada tahun 2014 nilai impor produk kopi olahan mencapai 102,71 Juta dolar AS atau naik 0,18% dari tahun 2013 dengan nilai impor sebesar 102,52 Juta dolar AS. Neraca perdagangan produk kopi olahan (ekspor dikurang impor) masih mengalami surplus sebesar 229,52 Juta dolar AS.

PROSPEK BAIK

Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto mengatakan pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri masih mempunyai prospek yang sangat baik. Pasalnya, konsumsi kopi masyarakat Indoneisa rata-rata baru mencapai 1,1 kg perkapita/tahun jauh dibawah negara – negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun.

“Industri kita baru mampu menyerap sekitar 35 persen produksi kopi dalam negeri dan sisanya sebesar 65 persen masih diekspor dalam bentuk biji. Artinya, peluang pengembangannya masih terbuka lebar,” ujarnya.

Ke depannya, diharapkan industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk kopi tidak hanya sebagai minuman tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, farmasi, essen makanan.

(tri/sir)