Friday, 16 November 2018

Serap Tenaga Kerja, Industri Alas Kaki Dikembangkan

Senin, 5 Oktober 2015 — 22:24 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Kepala BKPM Franky Sibarani dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menghadiri acara Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja. (tri)

Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Kepala BKPM Franky Sibarani dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menghadiri acara Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja. (tri)

AKARTA (Pos Kota) – Pemerintah terus memacu pengembangan industri alas kaki yang mampu menyerap tenaga kerja massal. Industri ini juga bisa mendongkrak ekspor dan pangsa pasar sepatu produk tanah air di pasar global.

Kementerian Perindustrian mencatat, penciptaan devisa oleh industri alas kaki sebesar 4,11 miliar dolar AS atau 2,33 persen dari total ekspor nasional pada tahun 2014. Dari sisi lapangan kerja, industri ini menyumbang lapangan kerja sebanyak 643 ribu orang yang setara dengan 4,21 persen dari tenaga Kerja industri manufaktur.

Pemerintah juga memacu industri padat karya lainnya yaitu industri tekstil dan makanan minuman. “Ini membuktikan pemerintah ingin industri padat karya yang mempekerjakan tenaga kerja dalam jumlah besar ini terus berkembang,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat menghadiri peluncuran program “Investasi Padat Karya untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia” di Balaraja, Tangerang, Banten, Senin (5/10/2015).

Program padat karya itu digelar oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di pabrik PT Adis Dimension Footwear dan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia bakal terus bergeliat seiring realisasi investasi dalam dan luar negeri serta digulirkannya paket stimulus kebijakan ekonomi.

“Masih banyak peluang di negara kita yang bisa diangkat menjadi sebuah investasi yang menciptakan lapangan kerja,” kata Presiden Joko Widodo.

Menperin menambahkan, Pangsa pasar alas kaki buatan Indonesia di pasar dunia sebesar 2,85 persen pada 2014 dan menduduki peringkat enam besar setelah China, Italia, Vietnam, Jerman dan Belgia. Hal ini memperlihatkan bahwa industri alas kaki mempunyai peluang untuk terus meningkatkan ekspor.

Sementara itu, Kepala BKPM Franky Sibarani, menyatakan pemerintah ingin mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa di saat marak pemberitaan tentang PHK, ternyata banyak perusahaan sektor padat karya yang tetap melaksanakan realisasi proyek investasinya dan menyerap tenaga kerja.

Saat ini ada 16 perusahaan yang berinvestasi, yang terdiri dari 11 PMA dan 5 perusahaan PMDN investasi padat karya di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang mampu menyerap sedikitnya 121.285 tenaga kerja dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).

Nilai total rencana investasi yang digelontorkan sebesar Rp.18,9 Triliun dan total realisasi investasi sebesar Rp.11,4 Triliun (sampai dengan September 2015) dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar 1.3 Miliar dolar AS.

“Pelaku industri padat karya juga masih membutuhkan tenaga kerja baru seperti salah satu pabrik garmen di Boyolali. Mereka bahkan masih kekurangan sebanyak 12 ribu karyawan,” papar Menperin Saleh Husin.(tri)