Thursday, 19 September 2019

Tipu Pengusaha Handphone,TNI Gadungan Ditangkap

Senin, 5 Oktober 2015 — 17:39 WIB
Kapolres Bandara Soetta AKBP Roycke Langie Didampingi Kasatreskrim Kompol Aszhari Kurniawan saat memberikan keterangan persnya

Kapolres Bandara Soetta AKBP Roycke Langie Didampingi Kasatreskrim Kompol Aszhari Kurniawan saat memberikan keterangan persnya

TANGERANG (Pos Kota) – Mengaku bisa menyediakan handphone Iphone 6 dengan harga miring, anggota TNI AD gadungan ditangkap Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Ia dibekuk usai dilaporkan oleh seorang pengusaha handphone ke kantor polisi.

Tersangka AA, insiyur asal Bone, Sulawesi Selatan itu disergap tim resmob Polresta Bandara Soetta  di kamar kosnya  kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. TNI gadungan itu diamankan setelah membawa kabur uang sebesar Rp 25 juta milik Soehendy, pengusaha handphone di daerah Senen, Jakarta Pusat.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Roycke Langie mengatakan, aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan AA terjadi 16 September lalu. Kala itu, pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas di Bandara Soetta menjanjikan bisa menyediakan barang eletronik hasil lelang dari Bea dan Cukai atau PT Angkasa Pura II.

“Korban kemudian tergiur atas tawaran pelaku dengan harga murah. Korban  memberikan uang sebesar Rp 25 juta ke pelaku,” kata AKBP Roycke Langie didampingi Kasatreskrim, Kompol Aszhari Kurniawan, Senin (5/10) sore.

Usai memberikan uang, lanjut kapolres, pelaku meminta korbannya menunggu di tempat Spa di daerah Taman Sari, Jakarta Barat. Pengusaha handphone itu akhirnya menyadari jika dirinya menjadi korban penipuan setelah AA tak kunjung datang. Kesal dengan ulah pelaku, korban melaporkan peritiwa yang menimpanya ke Polresta Bandara Soetta.

“Korban menyerahkan uangnya di depan kantor OIC Bandara Soetta,” kata kapolres.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya kemudian meringkus AA ditempat kosnya di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dari dalam kamar kosnya, pihaknya menyita  dua seragam TNI AD berpangkat Kapten, sebuah Softgun, mobil Avanza hitam B 1833 PZY serta 2 buah plat plat nomor palsu, yakni dinas Denma Mabes TNI 3642-00 dan B 1133 RFD.

Sebelum tertangkap, terang Kapolres, AA pernah melakukan aksi kejahatan serupa. Uang sebesar Rp 18 juta milik seorang pengusaha handphone raib dibawa kabur olehnya. peristiwa itu dilaporkan korbannya pada tanggal 25 Juli lalu. “Uangnya digunakan pelaku untuk foya-foya,” ungkap AKPB Roycke. (Imam)

  • iwan kunaya

    sama tu oknum dari pt produnsial waktu merekrut kami jadi nasabah.
    katanya kalau sewaktu waktu kami butuh dana kami bisa cairkan dana yg kami setor . nyatanya kami sdh masukkan uang lebih 100 jt karna kami butuh uang ( rumah kami kebakar ) malah sampai sekarang kami tdk bisa mencairkan dana kami. malahan kami dimarahin karyawan produnsial