Wednesday, 17 October 2018

Penduduk Tangsel Punya Hak Pilih Hanya 914.727 Orang

Selasa, 6 Oktober 2015 — 9:17 WIB
Foto-Salah satu kegiatan Disdukcapil Kota Tangsel saat melakukan pendataan pendatang baru. (anton)

Foto-Salah satu kegiatan Disdukcapil Kota Tangsel saat melakukan pendataan pendatang baru. (anton)

PAMULANG (Pos Kota) – Jumlah penduduk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didominasi pendatang bahkan kurun waktu tiga bulan warga yang datang bisa mencapai 10.027 orang dan jumlah total penduduk hingga Juni 2015 mencapai sekitar 1.220.401 orang.

“Yang jelas jumlah data penduduk pemilih potensi pemilu (DP4) yang diserahkan ke Komis Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk kegiatan Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang sekitar 1.220.401 orang dan yang memiliki hak pilih hanya 914.727 orang,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Toto Sudarto.

Untuk jumlah data penduduk wajib KTP mencapai 924.999 orang dan data warga Kota Tangsel yang memiliki profesi sebagai TNI/Polri tercatat 5.061 orang tentunya mereka tak memiliki hak pilih dalam kegiatan Pilkada mendatang.

Menurut dia, total jumlah warga atau orang yang akan memiliki hak pilih dalam kegiatan Pilkada 9 Desember 2015 mendatang sekitar 914.727 orang dan jumlah warga atau orang yang keluar dari Kota Tangsel ke daerah lain mulai Juni hingga September 2015 lalu sekitar 2.864 orang.

Luar biasanya Kota Tangsel sebagai salah satu kota termuda di wilayah Banten kurun waktu tiga bulan warga atau mereka yang datang ke Tangsel mencapai sekitar 10.027 orang dan warga yang memiliki usia sekitar 90 tahun tercatat 588 jiwa. “Yang meninggal dunia sekitar 319 orang,” tuturnya.

Upaya untuk mensukseskan jalannya kegiatan Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang di Kota Tangsel jajarannya tentunya siap melaksanakan serta mensukseskan kegiatan tersebut agar semua lancar dan aman.

Jika jumlah ada perbedaan sedikit dengan KPU tentunya bisa dimaklumi dan hal yang wajar yang penting pihak Disdukcapil Tangsel siap membantu lembaga penyelenggara dan peserta Pemilu hingga H – 6 masa pencoblosan agar validitas data dapat terpenuhi, imbuhnya.

Menanggapi ada beberapa jumlah data kependudukan yang tak sama dengan KPU setempat, ujar Toto S, hal biasa terjadi terlebih warga Kota Tangsel memeiliki kecenederungan malas mengurus surat akte kematian keluarga atau familinya yang meninggal dunia termasuk yang baru menetap maupun pindah ke daerah lain secara diam-diam tanpa mencabut domisili KTP terbitan asal.

(anton/sir)