Sunday, 18 November 2018

Sopir Angkot di Bogor Mogok, Tukang Ojek Panen Rejeki

Selasa, 6 Oktober 2015 — 15:17 WIB
Mobil dinas Satpol PP Kota Bogor dikerahkan  mengangkut penumpang terlantar

Mobil dinas Satpol PP Kota Bogor dikerahkan mengangkut penumpang terlantar

BOGOR (Pos Kota) – Pasca aksi mogok sopir angkot sejak Selasa (6/10) pagi yang  menolak angkot berbadan hukum, membuat sejumlah penumpang terlantar. Petugas Satpol dan dan DLLAJ kota Bogor terpaksa  mengerahkan kendaraan operasionalnya mengangkut penumpang terlantar.  Sebagian penumpang lainnya memilih naik ojek sehingga membawa berkah bagi pengojek motor

Sejumlah kendaraan itu terlihat mengangkut penumpang  seperti di  Jalan Bangka, dekat Tugu Kujang, seputar Kebun Raya Bogor, Jalan H. Djuanda, Jalan Padjajaran, dan Jalan Pahlawan. Alhamdulillah, adanya juga angkutan gartsi pemerintah,” ucap Maman, warga yang sejak satu jam lebih menunggu angkot di Jalan Padjajaran, Selasa siang.

Sebelumnya sejumlah penumpang bergerombol menunggu angkot di sejumlah jalan. “Sudah dua jam menungu, tapi angkot tak juga melintas. Katanya mogok, tapi tadi pagi saya bisa naik angkot,” ucap Riana, pelajar SMP di JalanPahlawan. Lantaran kelamaan dia terpaksa naik ojek. “Sudah siang perut lapar, naik ojek aja,” tambahnya.

Beberapa penumpang KRL  yang baru turun di Stasiun Bogor juga kaget tak mendapati angkot yang melintas. “Tidak ada angkot ke Kampus Pasca Sarjana IPB di Baranangsiang, terpaksa naik ojek daripada telat kukliah,” ucap  Warodoyo, mahasiswa pasca sarjana IPB.

Sejumlah pengojek mengaku pasca mogoknya angkot membawa berkah. “Alhamdulillah  biasanya dapat Rp30.000,  sampai jam 14;00 sudah kantiongi Rp110.000,” katanya Maman pengojek yang biasa manggkal di Stasiun Bogor.

Sementara sebelum membubarkan diri, pewakilan pengusaha dan sopir angkot bertemu Wakil Walikota Bogor di Balaikota. Dalam pertemuan itu,  pemkot memutuskan membentuk pokja mengenai angkutan berbadan hukum dengan dinas terkait dan akan mengkaji ulang mengenai pengalihan angkutan berbadan hukum.

“Terima kasih sudah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Kita akan bentuk kelompok kerja (pokja) antar pewarkilan sopir dan pengusah angkot dengan dinas atau instasi  terkait seperti UMKM, Polres Kodim mengani adanya keberatan kebijkan angkot berbadan hukum,” ujar Wakil Walikota Boghor Usman Hariman.

Pengalihan angkot berbadan hukum sesuai  UU No 22 Tahun 2009 tentang pengalihan angkutan ke badan hukum. Kelak angkot mendapatkan keringanan pajak hingga 50 persen hingga 31 Desember 2015. Makanya langkah ini kita ambil agar lebih termanajemen,” ujarnya. (iwan)