Monday, 24 September 2018

Tipu Pengusaha Sawit, Tiga Dukun Pengganda Uang Ditangkap

Selasa, 6 Oktober 2015 — 20:34 WIB
Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Roycke Langie beri keterangan pers (imam)

Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Roycke Langie beri keterangan pers (imam)

TANGERANG (Pos Kota) – Mengaku bisa menggandakan uang tiga pria diringkus Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Ketiga disangka menipu anak pengusaha sawit yang tergiur dengan jasa yang ditawarkan pelaku saat bertemu di Bandara Soetta.

Tersangka  AA,37, EA,57, dan WA,37 bawa kabur uang sebesar Rp 90 juta milik Sobari dan Pandi, anaknya. Ketiganya diciduk petugas ‎di rumahnya masing-masing di daerah Karawang, Tasikmalaya dan Bandung, Jawa Barat.

Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Roycke Langie didampingi Kasatreskrim, Kompol Aszhari Kurniawan mengatakan aksi penipuan ketiga pelaku bermula ketika Pandi bersama orangtuanya bertemu pelaku di Terminal 1 B Bandara Soetta. Sebelumnya korban terlebih dahulu mendapat SMS  d‎ari pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang.‎

Tergiur dengan jasa yang ditawarkan pelaku, bersama orangtuanya, anak pengusaha sawit asal Kalimantan itu kemudian menyerahkan uang sebesar 90 juta. Uang itu merupakan hasil penjualan lahan sawit dikampung halamannya.

Setelah bertemu dengan ketiga pelaku, kedua korban kemudian menyerahkan uang puluhan juta. Uang tersebut kemudian dimasukan ke kain putih bertuliskan Arab. ‎Proses penggandaan uang dilakukan pelaku di dalam bus jurusan Jakarta-Bandung.

“Sebelum membawa kabur uang 90 juta, anak korban pernah bertemu dengan pelaku. Saat itu uang Rp 200 ribu digandakan pelaku menjadi Rp 5 juta. Korban kemudian memberitahu kepada orangtuanya,” kata Kapolres.

Setibanya di Bandung, Jawa Barat, korban diminta pelaku membuka kamar hotel. Ditempat tersebut pelaku kemudian memberikan kain putih berisi uang. Setelah dibuka, bukan lembaran rupiah yang didapat, melainkan lembaran kertas putih kosong. Sadar menjadi korban penipuan, korban pun melaporkan peristiwa ke Polresta Bandara Soetta.

Kepada petugas, ketiga pelaku mengaku pernah melakukan aksi penipuannya kepada salah satu keluarga di daerah Bandung, Jawa Barat. Uang hasil tipuan digunakan pelaku untuk membeli sepeda motor, HP, mesin cuci dan pakaian. (Imam)‎