Tuesday, 13 November 2018

Jokowi-PM Najib Bahas Kelapa Sawit

Minggu, 11 Oktober 2015 — 21:49 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Dato ‘Sri Najib Tun Razak di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, (11/10/2015). Kedua kepala pemerintahan itu sepakat untuk membentuk Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit

Presiden mengatakan kedua pemerintahan sepakat tentang pembentukan Dewan Negara Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOP). “Karena kita tahu 85 persen produksi palm oil adalah di Indonesia dan Malaysia,” ucap Jokowi.

Jokowi menambahkan Indonesia dan Malaysia juga sepakat membuat “Standar Global Baru Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan”. Standar Global Baru merupakan hasil harmonisasi antara Standar Malaysia dan Standar Indonesia yang nantinya akan menjadi standar internasional baru di bidang industri minyak sawit dunia.

“Harmonisasi standar baru ini akan menjadi standar yang ramah lingkungan dan diharapkan memberi kesejahteraan kepada 4 juta petani sawit di Indonesia dan 500 ribu petani sawit di Malaysia,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan kedua negara juga sepakat untuk membangun Zona Ekonomi Hijau (Green Economic Zone / GEZ). “Kita akan membangun sebuah kawasan industri yang berkaitan dengan sawit yang yang meningkatkan nilai tambah dan juga ingin mempreoduksikan produk bahan bakar ramah lingkungan,” kata Presiden.

Sementara itu, PM Najib mengatakan bahwa perwujudan kerjasama dalam bidang minyak sawit ini merupakan hal yang formal dan konkrit, meski telah lama dibicarakan. “Bahkan sejak 2006 telah ada kesepakatan, tapi belum dapat diwujudkan,” ucap PM Najib.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (johara)