Friday, 20 April 2018

Pengusaha Dukung Berantas Narkoba

Razia Tempat Hiburan Jangan Cari-cari Kesalahan

Minggu, 11 Oktober 2015 — 8:00 WIB

JAKARTA  (Pos Kota) – Rencana Pemprov DKI memberantas narkoba di tempat hiburan malam didukung pengusaha. Namun, razia diminta bukan untuk mencari-cari kesalahan pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Indonesia (Aspehindo), Adrian Maulite mengatakan, langkah pemprov  bersama Badan Nasional Provinsi (BNP) DKI  patut dihormati.

Sebab, operasi dilakukan untuk menekan angka peredaran dan pengguna narkoba di sejumlah tempat hiburan malam.“Kami dukung kok, kami berikan apresiasi. Sepanjang untuk ketertiban, pasti kami dukung,” tegas Adrian, Sabtu (10/10).

Namun, Adrian tidak menghendaki operasi narkoba dilakukan dengan tujuan mencari celah atau kelemahan para pengusaha atau pemilik diskotek dan tempat hiburan malam lainnya. Sehingga akan berujung pada sanksi penutupan tempat usaha.

“Kami minta, operasi narkoba ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Kalau mencari para pemakai narkoba, memang itu hak dan tugasnya BNN. Tapi, jangan dibuat-buat hanya mencari celah dan kelemahan para pengusaha tempat hiburan malam,” tandasnya.

PASANG ALAT DETEKSI

Menurut Adrian, sudah cukup banyak tempat hiburan malam di Jakarta yang telah memasang beberapa alat untuk mendeteksi narkoba. Tetapi, kalau pengguna memakai narkoba di luar  kemudian masuk ke diskotek, pihaknya belum memiliki alat pendeteksi yang tepat. Sebab, hal yang tidak mungkin jika sebelum masuk diskotek atau tempat hiburan malam, setiap pengunjung harus melewati tes urine atau tes darah, atau tes-tes lainnya.

“Kalau alat untuk mendeteksi narkoba, kita juga sudah punya. Kita sudah pasang sebagai antipasi internal. Tetapi, kalau ada pemakai narkoba dari luar, masuk ke lokasi diskotek, itu yang menjadi masalah. Kita kan deteksinya paling secara fisik saja. Tetapi, kalau sampai diperiksa darahnya dulu sebelum masuk, ya enggak mungkin,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tempat hiburan malam saat ini menjadi sorotan pemprov karena maraknya peredaran narkoba di diskotek dan lainnya.

Gubernur Ahok sudah mengeluarkan ancaman, bila dua kali diskotek atau tempat hiburan lain kedapatan menjadi tempat penyebaran narkoba maka tempat hiburan itu akan dicabut izin operasionalnya. (john)