Sunday, 18 November 2018

Bosan jadi Istri Petani Miskin Pilih Dinikah Siri Oknum PNS

Senin, 12 Oktober 2015 — 5:31 WIB

DI KALA banyak anak muda ogah jadi petani, Ny. Rogaya, 40, ogah pula jadi istri petani miskin. Maka ketika ada oknum PNS kesengsem padanya, dia siap tinggalkan  Hasan, 50, dan minggat bersama Rusdi, 36, lelaki muda yang punya prospek itu. Padahal meski diaku istri, statusnya hanya kawin siri.

Menurut pakar pertanian AS Dillon, kebijakan pemerintah kurang berpihak pada petani. Sudah jelas impor produk pertanian itu akan mematikan petani, Kementrian Pertanian – Kementrian Perdagangan justru memasukkan beras impor, jagung impor, bahkan singkong impor. Maka bila jaman Bung Karno petani itu dianggap sebagai Saka Guru revolusi, petani sekarang saking miskinnya sampai menjual saka guru di rumahnya buat membeli nasi.

Bukan saja pemerintah, kini Ny. Rogaya dari Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Bolaangmongondow (Sulut), juga ikut-ikutan tidak berpihak pada petani. Soalnya sudah jelas-jelas Hasan suaminya itu petani, tapi karena akrab banget dengan kemiskinan, dia pilih kabur bersama PIL yang prospeknya lebih menjanjikan. Biar Rusdi ini jauh lebih muda darinya, tapi mampu memberikan segala apa yang tak sempat dimiliki selama ini.

Rogaya menikah dengan Hasan sejak 15 tahun lalu. Tapi selama tiga pelita dalam kehidupan rumahtangga, suami tak bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi istrinya. Maklum, Hasan ini hanya petani miskin yang tidak punya sawah dan kebun luas. Karena kemiskinannya tersebut, Rogaya sebagai istri tak pernah memperoleh fasilitas yang lebih berarti, kecuali seks. Kalau soal yang satu ini, pasokan tidak pernah telat. Saking surplusnya, tidak minta pun pasti dikasih.

Belum lama ini Rogaya berkenalan dengan Rusdi, seorang PNS yang bajunya selalu bersih dan wangi, bebas dari aroma lumpur. Dalam kaitan apa mereka jadi kenal, tidak diperoleh keterangan. Yang jelas keduanya kemudian menjadi akrab, bahkan Rogaya menunjukkan gejala ada rasa cinda di dalam hatinya yang paling dalam. Buktinya, diajak ke mana saja dia selalu siap, meskipun itu harus mencuri-curi dari kelengahan suami.

Tak diketahui jelas juga, kenapa oknum PNS itu bisa jatuh cinta pada Rogaya yang lebih tua darinya. Tapi dalam usia kepala empat kini, wanita ini memang masih STNK, dan Rusdi telah membuktikannya. Iabarat mobil, meski hanya Kijang kapsul 2000 tapi karena dirawat dan olie tak pernah telat, sangat nyaman dikendarai. Sama sekali tidak ngelitik.

Dia ingin sekali menikahi Rogaya yang masih punya suami tersebut, ternyata Rogaya sendiri tidak keberatan. Tapi karena status PNS-nya, Rusdi tak berani menikah resmi secara KUA. Kalau mau kawin siri saja. Ternyata Rogaya juga tak keberatan. Maklum, keduanya telah memiliki pemahaman sama, bahwa nikah siri itu ibarat SIM sementara, sehingga meski Rogaya dinaiki berulang kali takbakal disemprit polisi.

Rogaya pun diam-diam tinggalkan Hasan, untuk tinggal serumah dengan Rusdi di Kelurahan Motoboy Kecil, Kotamobagu Selatan. Mereka sudah nikah siri, sehingga tiap malam Rusdi “test drive” melulu. Tapi baru beberapa bulan tinggal serumah, tahu-tahu Hasan menemukan alamat tersebut dan langsung dilaporkan ke Polres Bolaangmongondow dengan tuduhan perzinaan.

Ini perempuan cap apa, kok punya suami dua? (JPNN/Gunarso TS)