Thursday, 21 June 2018

Pembebasan Lahan Sodetan Ciliwung Lelet

Senin, 12 Oktober 2015 — 17:18 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Pembebasan lahan proyek sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina, Jakarta Timur yang hingga kini tak kunjung selesai sangat merugikan banyak pihak. Panitia pembebasan lahan dinilai anggota DPRD DKI Jakarta sangat lelet dan tidak cerdas.

Kritikan itu dilontarkan anggota Dewan, Tandanan Daulay dan William Yani. “Proyek sodetan untuk mengatasi banjir di Jakarta Timur, sesuai rencana mestinya sudah dikerjakan sejak akhir tahun 2014, namun lantaran lahan belum dibebaskan, sehingga pekerjaan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Daulay di gedung DPRD kawasan Gambir, Senin (12/10).

Anggota Komisi D tersebut banyak mendapat keluhan dari sejumlah pihak, termasuk PT Wijaya Karya yang merugi akibat molornya proyek tersebut. “Wijaya Karya sudah mengerahkan banyak alat berat di lokasi sejak awal tahun lalu, namun sampai kini belum bisa dikerjakan. Kontraktor tersebut menderita kerugian yang sangat besar,” tambah Daulay, politisi Golkar.

Sedangkan politisi PDIP, William Yani menilai panitia pembebasan lahan tidak cerdas. “Dari dulu, sumber kendalanya cuma itu-itu saja yakni masalah status sebagian lahan yang saat ini masih dikuasai masyarakat. Ini menunjukkan penanganannya tidak ada kemajuan, karena tidak cerdas,” tandasnya.

Proyek sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina akan sangat bermanfaat mengurangi banjir. Proyek tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat yang bertugas membangun sodetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT). Sedangkan Pemprov DKI Jakarta hanya bertugas membebaskan lahan dari bangunan milik warga, namun nyatanya sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai. (Joko/win)