Saturday, 17 November 2018

Cegah Tawuran Pelajar, Polresta Depok Bentuk Tim Gabungan

Selasa, 13 Oktober 2015 — 14:28 WIB
Foto-Kapolresta Depok Kombes Dwiyono  Kadisdik Kota Depok Arry Pansila serta para kepala sekolah acara diskusi mengatasi tawuran pelajar. (Angga)

Foto-Kapolresta Depok Kombes Dwiyono Kadisdik Kota Depok Arry Pansila serta para kepala sekolah acara diskusi mengatasi tawuran pelajar. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Marak kasus tawuran di Kota Depok menjadi perhatian khusus jajaran Polresta Depok serta Dinas Pendidikan Kota Depok. Upaya dan langkah akan dijalankan bersama dalam mengatasi tawuran.

Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono mengatakan, berdasarkan data statistik tahun 2014 hingga Oktober 2015 tercatat sudah delapan kasus tawuran yang dipidanakan.

“Sudah 67 orang pelajar atau remaja dibawah umur diproses. Sisanya sebanyak 210 orang dibina. Terdiri dari kasus tindak pidana Anirat, Curat, Curas, Asusila, dan Perlindungan Anak,” ungkapnya kepada Pos Kota usai Diskusi Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tawuran Pelajar di Aula Atmani Adhi Wedhana Polresta Depok, Selasa (13/10).

Tingginya trend tawuran antar pelajar di Depok, Kapolres mengungkapkan segera akan membentuk tim gabungan dari Polresta Depok dan Dinas Pendidikan setempat.

“Tim Terpadu ini nanti akan melakukan patroli bersama di jam-jam rawan di lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik kumpul untuk digunakan tawuran,”katanya.

Titik-titik rawan menurut Kapolres yaitu di Simpangan Kodim Pancoran Mas, Jalan Merpati, Pasar Mini, Jalan Baru, Simpangan Depok, Juanda, Jalan Raya Bogor Cimanggis.

“Dengan melakukan upaya prepentif yaitu patroli bersama nanti sama tim terpadu. Diharapkan dapat mengatasi tawuran pelajar,”harapnya.

Mantan Kapolres Banyumas jebolan Akpol angkatan 1994 ini menambahkan upaya rutin yang telah berjalan dalam mengatasi tawuran segenap jajaran Polsek melakukan kegiatan di patroli dan di Sekolah.

“Selain upaya razia rutin, juga anggota melaksanakan kegiatan mengisi irup di upacara, melakukan sosialisasi undang-undang Lalulintas, pembentukan patroli motor gerak cepat, dan Jaguar turun serta mengamankan,”bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Depok Arry Pansila menambahkan sebagai upaya prepentif pihaknya sangat setuju dengan pembentukan tim terpadu dari Polres.

“Mengawasi siswa di sekolah dapat dibentuk tim gabungan internal maupun eksternal. Tim Terpadu ini sangat baik sebagai upaya prepentif untuk mengurangi aksi tawuran,”tutupnya.

(angga/sir)